Translate

November 29, 2010

Ketika Subuh

Subuh, ketika langit beranjak biru dan bintang diatas sana,  gemerlapan.
Dan bulan dengan sangat santun muncul.

Hari demi hari berkembang setahap demi setahap.
Membesar menunjukan perjalanannya sampai mencapai purnama dan surut.
Hari demi hari setahap demi setahap menghilang dilangit biru.

Alangkah indahnya ketika subuh itu.

Duhai  nurani jangan kau cegah air mataku mengalir.
Biarlah mengalir , menutup mulutku, membungkam perasaanku.
Menyentuh jiwaku, menggetarkan ragaku.
Yang membawa rahasia pikiranku , dan menundukkan kalbuku.

Engkau menata waktu seperti  sepuluh jemari lentik.
Seperti leher berjenjang bidadari-bidadari surga.

Engkau menata subuhMu seperti matahari yang akan terbit.
Tak pernah terlambat sedetikpun.

SubuhMu ini dingin, hening, sepi.
Dan doa-doa menyejukkan jiwa dan hati.

No comments:

Post a Comment