Translate

Showing posts with label Muslim Site. Show all posts
Showing posts with label Muslim Site. Show all posts

April 21, 2018

My 1st Umroh (05 April 2018)


 ‘Labbaikallahumma Labbaik Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik Innalhamda Wan Ni'mata Laka Wal Mulk Laa Syarikalak’
 
yuninasir.blogspot.com
jam 05.00 am @Sultan Hasanuddin Airport
Tak ada rasa bahagia dan haru melebihi ketika kumandang talbiyah mengalir dari bibir, memenuhi panggilan Allah sebagai tamu di Baitullah. Haru biru bahagia meliputi raga seolah jarak dengan Rabb hanya sejengkal saja. Begitu dekat dan begitu nyata.

Melakukan ibadah umroh tidak melulu karena kita secara materi mampu dan berniat menunaikannya. Semampu apapun kita dalam hal materi dan seberapa besarpun ingin kita berkunjung di 2 kota suci bila Allah belum berkehendak ada saja halangan dan rintangannya. Benar benar diperlukan kesiapan lahir dan batin dan yang terpenting berserah dan berprasangka baik kepa Allah Yang Esa, Sang Maha Berkehendak. Benar bahwa Allah tidak memanggil hambanya yang mampu tapi Allah akan memampukan hambaNya yang Dia panggil.. Allahu Akbar.

Inilah ceritaku bagaimana peliknya pengalaman pertama mengunjungi Baitullah memenuhi panggilan Allah ke RumahNya. Ketika travel yang saya pilih akhirnya terbongkar sebagai travel yang bermasalah karena tertundanya pemberangkatan Jemaah yang jumlahnya fantastis mencapai puluhan ribu orangdan kemudian dicabut ijinnya oleh kemenag. Saya sebagai salah satu Jemaah yang ditarik ulur jadwal berangkatnya. Yang sejatinya jadwal awal pada tanggal 16 Januari 2018 kemudian mundur dan tertunda.

Berawal dari sini perjuangan batin dimulai dengan rasa yang bercampur aduk dalam hati. Rasa sedih, kecewa, malu, marah, menyesal sudah Nano nano rasanya. Berusaha kuat tetap bersabar, menerima kenyataan dan berpasrah sepenuhNya kepa Allah ta’ala.

Terlepas dari segala kontroversinya, dari pro dan kontranya begitu banyak pelajaran berharga di dalamnya. Karena ABUTOURS memberikan pelajaran berharga bagaimana menerima keadaan ketika rasa kecewa, bersalah, malu dan merasa paling bodoh bercampur jadi satu. Bagaimana belajar pelan pelan untuk merelakan hingga akhirnya melepaskan dengan ikhlas, bagaimana bersabar, bagaimana tetap berprasangka baik kepada Allah semata. Dan bahwa keajaiban itu benar adanya kadang disaat yang tidak terduga. Setiap ikhlas yang sebenar benarnya Ikhlas lillahita’alaa akan berujung indah.
 
yuninasir.blogspot.com
Perjalanan Ibadah by Abutours
Musibah ABUTOURS menjadi pelajaran yang sangat berharga dan sekaligus menguatkan keyakinan bahwa sesungguhnya Takdir benar benar rahasia Allah telah tertulis dan tidak bisa kita hindari. Bahwa Allah tidak memanggil hambanya yang mampu tapi Allah pasti memampukan hambanya yang Dia panggil.
Dan kami 406 jemaah sebagai pemeran episode terakhir dari perjalanan sebuah travel bernama ABUTOURS. Kami kloter penutup yang berangkat dengan brand ABUTOURS. Mulai dari handling bandara, mutowwif dan pelayanan yang kami dapatkan di 2 kota suci sangat baik dan memuaskan. Bagaimana pun keadaannya sekarang kami berterimakasih kepada tim ABUTOURS dan tak luput kami berdoa yang terbaik untuk saudara saudara kami calon Jemaah Umroh yang masih tertunda keberangkatannya. 

City tour yang dipandu mutowwif di 2 kota suci sangat berarti dan memberikan pemahaman lebih dalam tentang islam dan bagaimana perjuangan Rasulullah di jamannya demi menegakkan agama Allah. Kisahnya pada postingan selanjutnya.

August 29, 2011

Fajar Syawal Menoreh, Ramadan pun Berlalu...


Ramadan datang, Ramadan berlalu.Tak terasa kita hampir sampai di penghujung bulan nan suci penuh berkah ini. Dalam detik-detik terakhir sebelum ia belalu, sebelum Ramadan pergi sudah kah kita cukup mengisinya dengan limpahan amal  ibadah, laku dan tutur yang sopan serta perhatian yang tulus ikhlas dalam setiap tindakan selama ia bersama kita.

Kita tinggal menghitung menit demi menit sebelum fajar syawal terbit merona di ufuk timur, dan Ramadan akan berlalu membisu tanpa ucapan selamat tinggal. Betapa merugi kita yang tidak memaksimalkan kebersamaan selama ia disekitar kita menghampiri kita, menjajakan segala nikmat dan limpahan pahala bagi yang mendekatinya memperlakukannya dengan penuh kasih dan sayang.

Dan alangkah bahagianya bila kita benar-benar menyambut dengan suka cita keberadaannya, membagikan senyuman kepada sesama  selama ia bersama kita, menebar amal kebajikan seluas luasnya dalam hitungan sebulan kita bersamanya dan menjelang perpisahan kita benar-benar siap untuk ditinggalkan tanpa kesedihan, tanpa penyesalan, tanpa derai air mata dan iklas melepasnya karena sesungguhnya jiwanya telah menyatu dalam hati kita.

Tak ada waktu lagi untuk menyesali, berandai andai, menangisi kepergiannya  dan memohon Ramadan tetap bersama kita, sesungguhnya ia pergi hanya sebelas kali peredaran bulan dan kemudian akan kembali menghampiri kita, mengetuk pintu hati untuk mendiaminya dalam beberapa saat. 



Namun, adakah ketika itu kita menerimanya dengan baik, bak seorang kekasih yang merindu kehadiran sang tercinta dan ketika bersua bahagia tiada tara tercurah menyambut datangnya belahan jiwa. Atau mungkin kita hanya menyambutnya dengan biasa, tanpa kehangatan tanpa jamuan istimewa, menerimanya sebagai ketentuan yang lazim berlaku untuk kemudian menangisinya ketika ia pergi.

Dan esok hari, ketika fajar syawal menoreh merah dilangit biru, gema takbir berkumandang, mendayu-dayu seisi jagad. Batapa bahagianya saling bermaafan, peluk hangat dan bahagia menyatu. Kita saling memohon ampun, maaf di pinta atas segala khilaf, dosa, dan kesalahan yang tiada sengaja terjadi. Silaturrahmi dengan sanak keluarga, berbagi bersama orang-orang disekitar kita sungguh suatu kemenangan dan kembali fitri setelah berjuang selama Ramadan.

Mari, sambut hari nan fitri dengan penuh suka cita, canda tawa dan kehangatan. Singkirkan prasangka, buang amarah, mari bersama saling berjabat kita kembali ke fitrah kita sebagai insan. Kita mulai lembaran baru kehidupan dengan segala kebaikan, amalan soleh dan prilaku yang lebih bijak, lebih arif, dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Jangan lagi nodai kertas putih hati dengan angkara murka dan prilaku yang tak berkenan. Mari sambut keagungan Idul Fitri dan sampai bertemu Ramadan di tahun berikutnya. Amin….


Dan untuk sanak saudaraku, segenap handai taulan, sahabat dan teman-temanku serta kepada seluruh muslim di segenap penjuru bumi ini, dari lubuk hati terdalam dari palung jiwa ku bertutur “ Selamat Hari Raya Idul Fitri”
Taqabalallahu minnaa wa minkum, shiyamanaa wa shiyamakum. Minal aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin. Happy Id ul Fitr everyone, Eid Mubarak….




February 14, 2011

Hikmah Perayaan Maulid Nabi


Esok hari, tanggal 15 Februari 2011 atau tanggal 12 Rabiul Awal 1432 H, kita kaum muslim seperti biasa merayakan mauled NAbi Muhammad SAW, suatu tradisi yang tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.

Yang terpenting untuk kita pahami dan resapi adalah hikmah yang terkandung dalam setiap perayaan tersebut bukan untuk bagaimana mempersiapkan perayaan itu, ataupun sibuk menimbang dan memperdebatkan mengenai hukum perayaan mauled nabi sebagai suatu hal yang bid’ah.

Shalahuddin al-Ayyubi
Dalam catatan historis, Maulid diperkirakan dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Muhammad.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Dan ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan salahuddin itu menimbulkan efek yang luar biasa. Semangat umat Islam untuk berjihad bergelora kembali. 

Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa. Dibawah kepemimpinannya, perang salib diakhiri dengan sedikit korban. Tak seperti tentara salib yang menduduki Jerusalem dan membunuh semua muslim yang tersisa, pasukan Salahuddin mengawal pasukan lawan yang tersisa dan memastikan jiwa mereka selamat  saat keluar Jerusalem. Begitulah akhlak Islam dalam perang yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Kota Yerussalem
Pada masa sekarang, perayaan maulid sangat bergantung pada konteksnya. Jika dahulu Salahuddin berhadapan dengan tentara salib, bagaimana dengan kondisi umat Islam sekarang? Diperlukan kejelian dalam melihat permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam saat ini.  

Diantara persoalan besar yang dihadapi adalah kemiskinan dan kebodohan serta perpecahan di tubuh umat Islam yang terkadang berakhir dengan konflik berdarah. Seperti yang baru-baru ini terjadi dan hal itu sebenarnya sangat penting untuk di cari jalan keluarnya. 

Selain itu, masalah lain yang dihadapi umat islam saat ini adalah terorisme, kekerasan yang mengatas namakan agama, tatanan dunia yang tidak adil, narkoba yang kian meraja lela, pornografi yang meracuni kaum muda, serta korupsi yang tiada kunjung berakhir. 

Isu-isu inilah yang semestinya diangkat tokoh tokoh agama, oleh mubaligh, ustaz, da’I ke permukaan dan dibicarakan dalam peringatan Maulid Nabi. Syukur-syukur bila kita mampu menemukan jalan keluar yang tebaik. 

December 16, 2010

Memaknai 10 Muharram

Muharram sebagai bulan pertama dalam penanggalan umat muslim, ada begitu banyak keutamaan dalam bulan pertama di tahun Hijriah ini. Dan, hari ini tidak terasa kita sudah berada di hari kesepuluh di bulan Muharram. Apa dan bagaimana 10 Muharram itu sangat berarti bagi kita???


Imam Ghazali menyebutkan, pada hari Asyura, Allah menciptakan arasy, langit, bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, dan surga.


Hari Asyura (hari ke sepuluh bulan Muharam) menjadi hari yang paling penting bagi umat Islam. Selain merupakan hari di mana disyariatkannya untuk pertama kali sebagai hari berpuasa dalam sejarah Islam dan terjadinya peristiwa Karbala, berdasarkan hadis yang dicatat oleh Imam al-Ghazali, pada hari Asyura dalam tahun-tahun yang berbeda terjadi beberapa peristiwa penting lainnya.

Dalam sebuah hadis yang dicatat oleh al-Ghazali di dalam bukunya Mukasyafah al-Qulub al-Muqarrib min 'Allam al-Guyub (Pembuka Hati yang Mendekatkan dari Alam Gaib) disebutkan bahwa pada hari Asyura, Allah menciptakan arasy, langit, bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, dan surga. Pada hari itu juga Allah pertama kali menurunkan hujan dan rahmat-Nya serta menjadikan Malaikat Jibril.

Sejarah Islam juga mencatat pada tanggal 10 Muharam ini juga terjadi sejumlah peristiwa yang berkaitan dengan para nabi yang diutus oleh Allah SWT. Pada hari Asyura ini Nabi Adam diciptakan, diampunkan dosanya setelah bertahun-tahun memohon keampunan karena melanggar larangan Allah dan masuk surga. Pada tanggal yang sama, Nabi Idris diangkat derajatnya oleh Allah dan Malaikat Izrail membawanya ke langit.

Pada masa Nabi Nuh, beliau dan para pengikutnya yang beriman kepada Allah SWT selamat dari banjir besar setelah bahtera yang membawa mereka selamat berlabuh di puncak pegunungan. Peristiwa tersebut terjadi hari Asyura. Nabi Ibrahim dilahirkan pada hari Asyura dan di hari itu pula ia diselamatkan dari api Raja Namrud.

Pada hari Asyura, mata Nabi Ya'qub disembuhkan dari kebutaannya dan pada hari itu pula putranya, Nabi Yusuf, dibebaskan dari penjara setelah meringkuk di dalamnya selama tujuh tahun. Demikian pula pada hari Asyura, Nabi Musa bersama pengikutnya diselamatkan dari kejaran Fir'aun dan tentaranya setelah Allah menenggelamkan Fir'aun dan pasukannya di Laut Merah. Pada hari yang sama, Allah juga menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.

Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam pada hari Asyura. Pada hari itu pula Nabi Sulaiman diberi kerajaan yang besar. Sementara Nabi Isa dilahirkan dan diangkat ke langit pada hari yang sama.

Ritual dan Tradisi Peringatan Hari Asyura dan 1 Muharam

Banyak cara dan tradisi yang dilakukan umat Islam dalam menyambut tahun baru Islam pada 1 Muharam hingga pada hari ke sepuluh. Terkadang, untuk menyemarakkan syiar dan dakwah, umat Islam menyelenggarakan kegiatan dengan tema gebyar Muharam atau hijrah. Berikut sejumlah cara peringatan Asyura atau menyambut tahun baru Islam di sejumlah negara.

Peringatan Asyura di Iran

Sebagai negara Muslim yang penduduknya adalah pengikut Syiah, peringatan Asyura menjadi ritual mutlak di Iran. Ritual Asyura yang berkembang di Iran, menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, antara lain adalah prosesi dan pertunjukan lakon tanpa gerak atau dialog tentang tragedi Karbala.

Para peserta prosesi terbagi ke dalam beberapa kelompok, seperti sinahzan (orang-orang yang memukuli dada mereka dengan telapak tangan), zanjirzan (orang-orang yang memukuli punggung mereka dengan rantai), dan syamsirzan (orang-orang yang melukai dahi mereka dengan pedang atau pisau). Sebagian juga menyiksa diri mereka dengan batu. Yang lain membawa alam yang melambangkan panji-panji Husain di Karbala.

Dalam beberapa prosesi, nakhl (pohon kurma) dibawa karena menurut tradisi jenazah Husain yang tidak berkepala dibawa dengan usungan yang terbuat dari cabang-cabang pohon kurma. Prosesi ini diiringi barisan musik dukacita dan perang. Prosesi teragung berlangsung di hari Asyura itu sendiri.

Sementara dalam ritual diam, ada raudhah khvani, pembacaan dan pelantunan kisah Husain, keluarganya, dan para pengikutnya di pertempuran Karbala yang berdarah. Seorang pendongeng martirologi Syiah duduk di hadapan hadirin di mimbar di dalam kemah hitam, di bawah kajang, atau di gedung besar khusus yang disebut Husainiyah atau takiyah. Ritual diam paling terkenal di Iran adalah ta'ziyah, satu-satunya drama serius yang dikembangkan di dunia Islam, drama yang membawakan kesyahidan Husain di hari Asyura.

Asyura di India dan Pakistan

Ritual Asyura di kedua negara ini mengikuti pola Iran dengan beberapa pengurangan dan penambahan.Ta'ziyah sebagai bentuk teatrikal dramatis tak dikenal di kedua negara ini. Pembacaan lukisan Syiah tidak ada. Namun, yang menarik dari perayaan hari Asyura di kedua negara ini adalah fakta bahwa kaum Sunni dan bahkan Hindu ikut aktif dalam banyak ritual Asyura. Bahkan, kaum Sunni memiliki ritual tersendiri.

Ciri paling khas dari peringatan Asyura di anak Benua India-Pakistan adalah penafsiran artistik raksasa tentang mausoleum Husein yang dibawa dalam prosesi Asyura. Pada akhir Asyura, struktur-struktur ini, yang disebut ta'ziyah, dikuburkan di pemakaman lokal yang disebut Karbala atau dibenamkan di air.

Jenis raudhah khvani dalam peringatan kesyahidan Husain, yang disebut majelis atau majelis di India, dilaksanakan di bangunan terbuka atau di gedung khusus yang disebut imambarah atau asyurkhanah.

Asyura di Karibia dan Irak

Ritual Asyura banyak yang dibawa oleh kaum Muslim India ke Karibia pada paruh pertama abad ke-19 M. Peringatan Asyura di sana disebut Hosay dan berlangsung selama tiga malam dan satu hari. Malam terakhir Asyuralah yang paling spektakuler, di mana berbagai replika warna-warni makam Husain yang disebut tajas, yang tingginya hampir lima meter, diarak menyertai tassah dan irama tabuhan.

Sementara di Irak selatan, prosesi dan majelis merupakan pemandangan umum pada sepuluh hari pertama bulan Muharram, yang berpuncak di hari Asyura itu sendiri. Seperti halnya di Karibia, perayaan Asyura di Irak selatan juga tampak meriah.

December 14, 2010

Nabi Adam as

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh – tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.
Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:”Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu.”

Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
“Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya.”
 
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna

Iblis Membangkang.
Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:”Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?”
Iblis menjawab:”Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur.”
 
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.
Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
“Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah.” 

Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.
Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:”Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam.”
 
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:”Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:”Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.” 

Adam Menghuni Syurga.
Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:”Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?”

Berkatalah Adam:”Seorang perempuan.”Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya.”Siapa namanya?”tanya malaikat lagi.”Hawa”,jawab Adam.”Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?”,tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:”Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah.”

Allah berpesan kepada Adam:”Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini.”