Translate

November 11, 2010

Demam; Jangan panik!!!

Para orang tua terutama ibu pasti akan panik sekali bilamana anak menderita demam, biasanya mereka akan segara membawa anaknya ke dokter atau paling tidak memberikan obat penurun panas yang biasanya sudah di siapkan di rumah untuk jaga-jaga. Yang biasanya salah adalah kita mengatakan seseorang/seorang anak demam apabila kita merasakan suhu tubuhnya meningkat melalui perabaan saja tidak melalui pengukuran yang akurat.

Demam merupakan suatu bagian penting dari mekanisme pertahanan tubuh dalam melawan infeksi. Kebanyakan bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi pada manusia hidup subur pada rendah atau pada tubuh manusia dibawah suhu 37 derajat C. Meningkatnya suhu tubuh beberapa derajat dapat membantu tubuh melawan infeksi. Demam akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk membantu membuat lebih banyak sel darah putih, membuat lebih banyak antibodi dan membuat lebih banyak zat-zat lain untuk melawan infeksi. 

Suhu tubuh normal bervariasi tergantung masing-masing orang, usia dan aktivitas. Rata-rata suhu tubuh yang normal adalah 37 derajat C.Suhu tubuh dapat meningkat disebabkan oleh aktivitas fisik, emosi yang kuat, makan, berpakaian tebal, obat-obatan, suhu kamar yang panas, dan kelembaban yang tinggi, ini terutama pada anak-anak. Tetapi pada seorang wanita yang sedang dalam siklus menstruasi dapat meningkatkan suhu tubuhnya satu derajat atau lebih. Seseorang/seorang anak baru dikatakan demam apabila suhu tubuhnya diatas 37 derajat celcius.

Apa sebenarnya yang terjadi pada saat kita demam?

Pusat pengaturan suhu tubuh  kita adalah hipotalamus yang terletak di otak. Hipotalamus ini berperan sebagai thermostat. Thermostat adalah alat untuk menyetel suhu seperti yang terdapat pada AC. Hipotalamus kita mengetahui berapa suhu tubuh kita yang seharusnya dan akan mengirim pesan ke tubuh kita untuk menjaga suhu tersebut tetap stabil.

Ketika  kuman masuk ke dalam tubuh kita, mereka seringkali mengeluarkan beberapa zat kimia tertentu yang beredar dalam darah kita dan mencapai hipotalamus. Pada saat hipotalamus tahu bahwa ada kuman, maka secara otomatis akan mengeset thermostat tubuh kita lebih tinggi. Misalnya suhu tubuh kita harusnya 37 derajat C, tetapi karena ada kuman maka suhu tubuh kita diset lebih tinggi misalnya  38,9 derajat C.

Mengapa  hipotalamus memberikan respon dengan meningkatkan suhu tubuh? Ternyata dengan suhu tubuh yang lebih tinggi adalah cara tubuh kita berperang melawan kuman dan membuat tubuh kita menjadi tempat yang tidak nyaman bagi kuman. Setelah hipotalamus mengeset suhu baru untuk tubuh kita, maka tubuh kita akan bereaksi dan mulai melakukan pemanasan. Jadi setelah hipotalamus mengeset pada suhu 38,9 derajat C misalnya, maka suhu tubuh kita yang tadinya 37 derajat C, oleh tubuh kita akan dinaikkan menjadi 38,9 derajat C. Pada saat tubuh menuju ke suhu baru kita akan merasa menggigil. Kita dapat pula merasa sangat dingin meskipun ruangan tidak dingin dan bahkan meskipun kita sudah memakai baju tebal dan selimut. Jika tubuh sudah mencapai suhu barunya, katakanlah 38,9 derajat C maka kita tidak akan merasa dingin lagi.

Apabila penyebab yang menimbulkan demam telah lenyap, maka hipotalamus akan mengeset semuanya kembali seperti sediakala. Pada saat obat yang kita minum  sudah mulai bekerja misalnya, maka suhu tubuh kita akan mulai turun dan kembali ke normal. Kita akan merasa hangat dan perlu melepaskan panas yang berlebihan yang masih ada di tubuh, kita akan berkeringat.

Demam bukan suatu penyakit. Demam adalah suatu bagian penting dari mekanisme pertahanan tubuh kita melawan infeksi. Banyak bayi dan anak-anak menjadi demam tinggi oleh penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh virus. Jadi demam memberitahukan kepada kita bahwa suatu peperangan mungkin sedang terjadi di dalam tubuh kita, demam berperang untuk kita, bukan untuk melawan kita
 

Jangan Panik karena demam

Banyak orangtua takut dan berasumsi bahwa  demam akan menyebabkan kerusakan otak. Kerusakan otak dari demam umumnya tidak akan terjadi kecuali demam melebihi 42 derajat C. Kebanyakan orangtua juga takut bahwa demam yang tidak diobati akan semakin tinggi dan semakin tinggi. Demam yang tidak diobati yang disebabkan oleh infeksi jarang yang melebihi 40,6 derajat C kecuali anak tersebut diberikan pakaian yang berlebihan atau terjebak dalam suatu tempat yang panas. Thermostat di otak akan menghentikan demam agar tidak melebihi 41,1 derajat C.

Disisi lain sebagian orang tua juga menganggap  demam akan menyebabkan kejang. Bagi kebanyakan anak-anak, demam tidak menyebabkan kejang. Tetapi kejang demam memang dapat terjadi pada beberapa anak. Sekali seorang anak diketahui pernah menderita kejang demam sederhana maka kita harus mencegah agar anak tersebut jangan sampai demam tinggi. Pada umumnya kejang demam sederhana hanya berlangsung singkat tanpa efek jangka panjang.

Meskipun infeksi adalah penyebab umum dari demam, akan tetapi demam mempunyai daftar penyebab lain yang cukup panjang, termasuk racun, kanker, dan penyakit-penyakit autoimun.

Heatstroke atau hyperthermia tidak sama dengan demam, oleh karena peningkatan suhu tubuh yang terjadi bukan disebabkan hipotalamus menaikkan set pointnya. Ini dapat terjadi akibat berolahraga terlalu lelah tanpa minum yang cukup atau terpapar dengan lingkungan yang panas, dan bisa juga disebabkan oleh beberapa obat-obatan tertentu. Hyperthermia inilah yang dapat membahayakan jiwa.

Demam yang tidak dapat dijelaskan yang berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu disebut dokter sebagai FUO (fever of undetermined origin). Kebanyakan disebabkan oleh suatu infeksi yang tersembunyi.


Penyebab Umum
  • Infeksi virus dan bakteri;
  • Flu dan masuk angin;
  • Radang tenggorokan;
  • Infeksi telinga
  • Diare disebabkan bakterial atau diare disebabkan virus.
  • Bronkitis akut, Infeksi saluran kencing
  • Infeksi saluran pernafasan atas (seperti amandel, radang faring atau radang laring)
  • Obat-obatan tertentu
  • Kadang-kadang disebabkan oleh masalah-masalah yang lebih serius seperti pneumonia, radang usus buntu, TBC, dan radang selaput otak.
  • Demam dapat terjadi pada bayi yang diberi baju berlebihan pada musim panas atau pada lingkungan yang panas.
  • Penyebab-penyebab lain: penyakit rheumatoid, penyakit otoimun, Juvenile rheumatoid arthritis, Lupus erythematosus, Periarteritis nodosa, infeksi HIV dan AIDS, Inflammatory bowel disease, Regional enteritis, Ulcerative colitis, Kanker, Leukemia, Neuroblastoma, penyakit Hodgkin, Non-Hodgkin's lymphoma
Perawatan Demam
Jika demam ringan dan tidak ada masalah-masalah lain yang timbul, tidak diperlukan obat-obatan. Minum cairan yang banyak dan istirahat. Jika seorang anak masih dapat bermain dan nyaman, minum cairan yang banyak dan dapat tidur maka obat-obatan tidak diperlukan.

Saat  mencoba mengurangi demam:
  • Jangan membungkus orang yang menderita demam.
    Singkirkan baju atau selimut yang berlebihan. Lingkungan sebaiknya sejuk nyaman. Contoh, satu lapis baju tipis dan satu selimut tipis untuk tidur. Jika ruangan panas, nyalakan AC atau kipas angin.
  • Mandi atau menyeka tubuh dengan air hangat kuku dapat membantu mendinginkan seseorang dengan demam. Ini efektif terutama setelah diberikan obat penurun panas kalau tidak suhu tubuh akan kembali naik.
  • Jangan mandi dengan air dingin atau kompres dengan alkohol. Ini akan mendinginkan kulit tetapi seringkali membuat situasi menjadi lebih buruk karena menyebabkan menggigil yang mana dapat meningkatkan suhu dalam tubuh.
  • Minum cairan lebih banyak. Minum cairan dingin kalau bisa.
Berikut adalah cara perawatan demam
  • Anak harus banyak beristirahat
  • Akan lebih nyaman jika anak anda dipakaikan baju yang tidak terlalu tebal
  • Jika anak anda di bawah usia 3 bulan, jangan berikan obat apapun, dan segeralah ke dokter
  • Jika anak anda di atas usia tiga bulan, anda dapat memberikan parasetamol. Jika demamnya cukup tinggi, dokter akan memberikan obat lain seperti ibuprofen.
  • Menurunkan demam dengan obat belum tentu menyembuhkan penyakit itu sendiri, tetapi anak anda akan lebih nyaman.
  • Apabila anak anda bersuhu di atas 40 Celcius dan sulit turun, akan sangat membantu jika si anak diberi mandi lap.
    • Tempatkan anak di ruangan yang tidak dingin atau berangin
    • Siapkan air hangat di baskom
    • Masukan lap atau spons dan peras agar tidak basah tetapi tetap lembab
    • Basuhkan lap atau spons ke seluruh badan anak
    • Anak seharusnya dalam keadaan lembab tetapi tidak basah
    • Jangan gunakan air es atau air dingin
    • Jangan gunakan pendingin ruangan atau kipas angin
  • Ukur suhu tubuh anak setiap empat jam minimum
  • Jangan berikan aspirin pada anak atau obat lain yang mengandung aspirin, kecuali secara khusus diresepkan oleh dokter untuk anak anda
Jika seseorang terkena panas karena kelelahan atau heat stroke, keluarkan orang tersebut dari sumber panas, Seka dengan dengan air hangat kuku. Tempatkan kantong es di ketiak, dibelakang leher dan di lipat paha. Berikan cairan jika orang itu sadar. Cari pertolongan medis.

Segera menghubungi dokter apabila:
  • Bayi berusia kurang dari 90 hari dengan suhu rektal lebih dari 37.9°C. Pada bayi usia muda ini mereka akan mudah menjadi sakit parah dalam waktu sangat cepat.
  • Bayi berusia 3 – 6 bulan dengan demam lebih dari 38.3°C.
  • Bayi berusia 6 – 12 bulan dengan demam lebih dari 39.4°C.
  • Anak berusia kurang dari 2 tahun dengan demam lebih dari 24 – 48 jam.
  • Demam yang berlangsung lebih dari 48 – 72 jam pada anak yang lebih tua dan pada orang dewasa.
  • Demam tinggi (lebih dari 40.5°C) pada usia berapapun juga.
  • Terdapat gejala-gejala lain yang mengkhawatirkan. Contoh: gelisah, kesadaran menurun, tampak sakit berat, kesulitan bernafas, kaku kuduk, tidak dapat menggerakan lengan atau tungkai, kejang pertama kali, timbul bintik-bintik atau bercak ungu kemerahan-merahan (perdarahan bawah kulit), demam disertai muntah terus-menerus, diare, sulit/nyeri pada saat menelan ludah atau minum, sangat rewel (misalnya menangis terus-menerus bila disentuh atau dipindahkan), terdapat tanda-tanda dehidrasi (mulut sangat kering, tidak buang air kecil lebih dari 6 jam, dll).
  • Mempunyai penyakit kronik yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh.
Berikut petunjuk untuk minum obat:
  • Acetaminophen (paracetamol) dan ibuprofen dapat mengurangi demam pada anak dan dewasa. Beberapa merek dagang acetaminophen: Panadol, Tempra, Sanmol, Praxion, dll. Beberapa merek dagang ibuprofen: Proris, Rhelafen, Bufect, dll.
    Minum acetaminophen setiap 4 – 6 jam. Obat ini bekerja cepat dengan cara menurunkan thermostat otak. Minum ibuprofen setiap 6 – 8 jam. Seperti aspirin, ibuprofen membantu melawan peradangan pada sumber demam. Kadang-kadang dokter menganjurkan anda untuk menggunakan kedua macam obat ini bergantian. Sebenarnya hal ini belum didukung data mengenai keamanan dan keefektifannya. Ibuprofen tidak boleh dipakai untuk bayi denga usia kurang dari 6 bulan.
  • Aspirin sangat efektif untuk mengobati demam pada orang dewasa. JANGAN memberikan aspirin pada anak-anak.
  • Obat-obatan penurun panas tersedia dalam konsentrasi yang berbeda-beda, jadi selalu perhatikan instruksi pada kemasan.
  • Jangan berikan obat-obatan apapun untuk menurunkan demam pada bayi berusia 3 bulan ke bawah tanpa petunjuk dokter.
Pengobatan tergantung pada berapa lama demam berlangsung dan penyebab dari demam serta gejala-gejala lain yang menyertai demam.


Referensi; National University Hospital. Advice Sheet for Fever, National University Hospital, Singapore, 2006

No comments:

Post a Comment