Translate

Showing posts with label Favorite Book. Show all posts
Showing posts with label Favorite Book. Show all posts

July 3, 2012

Ketika Raga di Huni 24 Jiwa

24 Wajah Billy merupakan sebuah kisah nyata seorang William Stanley Miligan yang lebih dikenal dengan nama Billy yang ditulis oleh Daniel Keyes. Menarik untuk dikupas, tentang seseorang dengan mentality disorder seperti Kepribadian Ganda atau mungkin pernah anda mendengar tentang Alter Ego. Ini sebuah novel yang menarik, menggugah kita untuk terus membaca, mengkaji makna yang tersaji dari seorang yang terpecah kpribadiannya dan memunculkan kepribadian yang lain yang ia lakoni.

Apa yang menarik dari novel ini? Mungkin karena saya memang tertarik mengamati pola tingkah laku manusia, bagaimana reaksi seseorang dalam bereaksi terhadap apa yang terjadi dalam dirinya. Dan memang, kepribadian ganda itu sangat menarik sekaligus membingungkan.

Percayakah anda bahwa dalam dunia ini ada kasus yang menyangkut ruang lingkup psikologi yang menitikberatkan pada multi kepribadian? Laki-laki kelahiran 1955 ini menghabiskan hidupnya untuk berbagi tempat dengan 23 orang lainnya dalam tubuhnya. Mereka tentu saja memiliki kepribadian yang berbeda. Mereka pun sangat ahli dalam beberapa bidang.

Artur berkebangsaan Inggris yang pintar dalam biologi dan kedokteran, namun memiliki pembawaan angkuh. Regan dari Yugoslavia yang memiliki kekuatan luar biasa untuk melindungi semua “keluarga”. Allen, si pandai bicara dan pelukis wajah. Tommy yang pintar dalam segala elektronik dan mampu melepaskan diri dari segala macam kunci dan ikatan simpul. Danny, si anak penakut. David, si penanggung nyeri. Christine gadis cilik yang berusia 3 tahun. Chistopher yang penurut. Adalana, si wanita lesbian. Philip dan Kevin, dua anak yang kerap membuat masalah. Walter, si pemburu binatang. April yang terobsebsi membunuh ayah tiri Billy. Samuel beragama Yahudi. Mark yang hanya seperti zombie. Steve, si peniru gelagat orang yang akhirnya menjadi si pemarah. Lee yang suka sekali mengolok-olok orang. Jason yang kerap teriak-teriak. Robert yang senang mengkhayal. Swan, si tunarungu. Timothy yang bekerja di toko bunga. Dan, terakhir adalah Sang Guru yang akhirnya datang setelah Billy menyadari tubuhnya didiami banyak orang.

June 16, 2012

Eleven Minutes

Ini bukanlah buku yang baru, tapi setiap kali membacanya saya selalu menemukan hal baru yang bila direnungkan akan sangat bermakna, so simple tapi menggambarkan realita hidup yang sesungguhnya.

Eleven Minutes bercerita tentang kisah hidup dan perjuangan seorang wanita dari pedalaman Brazil bernama Maria, seorang gadis lugu yang memiliki impian besar. Lika liku perjalan hidup dan perjuangan cinta seorang Maria terkemas apik dan selalu ia tuturkan di buku hariannya. Bagaimana perjuangan seorang gadis dari sebuah kota pinggiran di Brazil menjelajah dunia sampai ke bumi eropa untuk satu mimpi tertata manis dengan bahasa elegan seorang Paolo Coelho…

Banyak pelajaran menarik yang bisa dipetik dari buku ini tentang hidup,perjuangan, pengorbanan dan cinta sejati. Salah satu catatan Maria yang paling mengugah hatiku adalah berikut ini:

Dari catatan harian Maria

Alkisah, dulu ada seekor burung jantan yang tampan. Dia punya sepasang sayap yang indah dan tubuhnya berhias bulu beraneka warna yang halus mengkilat. Pendeknya, dia diciptakan untuk terbang bebas di langit biru dan memberi rasa bahagia pada semua makhluk yang memandanginya.

Pada suatu hari, sorang perempuan melihat burung itu dan langsung jatuh hati padanya. Mulutnya menganga penuh kekaguman saat memandangi burung itu terbang membelah langit, jantungnya berdegup kencang, matanya berbinar-binar penuh harap. Dia meminta burung itu membawanya terbang, dan keduanya menari dengan serasi di angkasa. Dia sungguh mengagumi dan memuja burung itu.

Sempat terlintas di benak perempuan itu: Mungkin burung itu ingin berkelana ke puncak-puncak gunung yang jauh! Seketika hatinya risau dan cemas, khawatir hatinya tak mungkin jatuh cinta kepada burung lain. Dan ia merasa sungguh iri, mengapa dia tak bisa terbang bebas sebagaimana burung pujaannya itu. Dan dia merasa kesepian.