Translate

Showing posts with label Diary Depresiku. Show all posts
Showing posts with label Diary Depresiku. Show all posts

January 17, 2020

2020


After a long long time… back to my home my real life. Di sini rumahku yang sesungguhnya rumah untuk bernaung segala pikiran yang tak mampu terucap menjadi kata, rumah yang selalu memberi rasa nyaman menulis tanpa henti (tentunya ketika ingin itu datang).

Aku rindu… rindu berada disini, menumpahkan segala penat, beban dan sedih di hati. Setahun belakang begitu hectic, segala rasa membaur terpendam di hati. Lika liku telah kulalui yang pada akhirnya kembali menjadi sendiri.

Aku pulang, aku kembali ke rumah ini, rumah bagi hatiku, rumah dari segala pikiranku dan rumah yang tidak pernah peduli apapun aku, selau menerima dengan segala kurangku. Tak ada yang berubah hanya sunyi dan sepi terdiam. Tapi aku suka, tak ada pengganggu, aku bisa tertidur pulas di sini tanpa siapa. Lalu biarkan aku kembali menghuni rumah ini, rumah jiwaku… ini rumah bagiku yang introvert.

Aku lelah... lelah dengan semuanya, lelah dalam diamku. lalu disini ku kembali berharap tenang datang membuaiku hingga ku terlelap. Ijinkan sejenak ku tertidur terbuai mimpi di sini di rumahku yang diam.

April 5, 2015

LIFE UPDATE


I'm so sorry I disappeared for so long... It's unjustifiable, I know.. Sepanjang 2014 tak sekalipun sempat saya berkunjung di kebun ini… Tahun paling berat, penuh perjuangan untuk menyakinkan diriku sendiri… mengembalikan semangatku setelah direbut oleh sesuatu bernama ENDOMETRIOMA… Yah, sebuah kista yang bergantung manis di ovarium kiriku yang baru ku ketahui setahun yang lalu.

Si kista manis ini memang tidak menggorogoti tubuhku dengan sakit sepanjang waktu.. Aku masih seperti manusia normal lainnya… bekerja seperti biasa… Namun secara psikis dia berhasil menaklukkan saya… merebut semua impian… harapan… dan bahagiaku.

Mungkin bagi kebanyakan wanita memiliki kista itu wajar saja karena memang hamper semua makhluk bernama wanita pasti punya kista… Namun bagaimana bila kista ini tergolong kista yang patologis… yang secara jangka panjang berdampak sangat tidak baik dari segi psikis… ini sangat menyakitkan..

Kisah perjalananku berjuang melawan si KISTA sampai di titik terberatku akan menyusul saya posting… and now… I am a different women… I live my life with ENDO… mau tidak mau… suka tidak suka saya harus bisa berdamai dengan Endometriosis ini..

Soo dear….  I am back… and I am really fine… it’s just endometriosis… Untuk semua wanita yang bernasib sama seperti saya.. kita tidak sendiri… 

Whatever doesn't kill us make us stronger, someone once said. While endometriosis may not kill our physical body, it tries like hell to kill our spirit. It tries to kill every hope and dream we ever had of doing the things that make me happy.

All of us are out here searching for a cure to put an end to the disease...and we are holding our heads high in spite of endometriosis and fighting it every single day.

August 12, 2013

Kuselip Doa Untukmu..


Lama menghilang dan menjauh dari lading ini.. ada kerinduan, besar keinginan berkunjung menumpahkan segala kelu kesah gundah gelisah hati.. Ramadhan benar benar ku sempatkan menabung amal, merangkai doa dan mengumpulkan ibadah.. dan kini selepas dia pergi, saya kembali ke rutinitas yang melelahkan dan pasti didalamnya akan terselip jua kerinduan padamu.. Humm… kenapa begitu sulit sekecap saja kamu menghilang dari ingatanku??

Di ladang ini segala bibit gundah, bibit hikmah dan kejadian akan ku tebarkan semoga bisa tumbuh bersemi dan kusemai bahagia nan indah pada waktunya..


Semua orang, entah kamu, entah saya, entah siapa pasti pernah mendapat bingkisan doa.. yang diselipkan ke penjuru langit secara diam-diam..tanpa pernah sedikitpun kamu sadari, tanpa pernah sebaitpun kamu ketahui lariknya, sekalipun kamu merasakan getarannya, sekalipun hatimu mendengar dentingnya, betapapun langkahmu tergerak karenanya.. tapi kamu tak pernah tahu, siapa yang mengirimkannya..

Larik-larik doa yang sengaja dikirimkan, dan sengaja pula disembunyikan.. dari siapa, untuk siapa, dengan sebab apa, dan bagaimana isinya.. kamu tidak perlu bertindak heboh ingin tahu jawabannya.
Tetap tenang,  slow down saja.. Sebab doa tidak pernah salah alamat, terhantar dengan selamat dan selalu tepat, selalu.. Meski seringnya, rasa khawatir selalu lebih dulu mempermainkan.. membisikkan prasangka yang bukan-bukan.. dan pada akhirnya, hati yang pernah tangguh kembali gentar..

Untuk kuselipkan selarik doa, di setiap sujudku, disetiap hariku, di setiap pujaku kepadaNya.. Ada namamu selalu kurangkai, kuceritakan kepadaNya..