Translate

Showing posts with label Sang Motivator. Show all posts
Showing posts with label Sang Motivator. Show all posts

January 19, 2011

Kidung Shalawat Mesut Kurtis

Mesut Kurtis
Kalau sebelumnya saya sudah menguraikan profil seorang Sami Yusuf dan Maher Zain, kali ini saya akan memperkenalkan seorang penyanyi Islam yang namanya tidak secemerlang dua orang tersebut, namun bila anda pernah mendengar lagu Shalawat atau Burdah anda pasti setuju dengan saya kalau suaranya tidak kalah cemerlang. Dialah sang pelantun lagu Shalawat yang sangat menyentuh hati.

Mesut Kurtis lahir pada bulan Juli 1981. Ia dilahirkan dan dibesarkan di sebuah keluarga Muslim asal Turki di Makedonia. Dia menghabiskan masa kecilnya di Skopje, Makedonia. Mesut banyak menikmati waktunya di sekolah dan hal  ini mendorongnya untuk mencari tahu lebih banyak tentang dirinya dan kemampuan bermusiknya. 

Ia menemukan bahwa pasti ada hubungan yang mendalam antara dirinya dan musik pada usia yang sangat dini. Sejak saat itu ia selalu aktif turut seta dalam kegiatan  kelompok nashed di masjid-masjid lokal di kota Skopje.

Mesut melanjutkan pendidikannya di sebuah perguruan tinggi Islam di Skojpe yang memberikan kesempatan padanya untuk belajar di Inggris dan mendapat gelar Human Sciences dalam  Studi syariah di Human Science Institute Wales, di Inggris.

Mesut bukanlah berasal dari keluarga musisi meskipun ia mengakui bahwa orang tuanya suka menyanyi. ayah Mesut, ia gambarkan sebagai pemilik suara yang indah, ayahnya sering membacakan Al Qur'an dan nasheeds dalam beberapa bahasa dan gaya dalam masjid. Ketika  masih muda Mesut adalah seorang yang bersemangat yang ingin membantu sesama. Ia berharap ketika ia tumbuh dewasa akan menjadi burung merpati bagi umat manusia.

Aliran musik seorang Mesut Kurtis dipengaruhi oleh  musik sufi, klasik Turki, Arab dan music Eropa. Tidak ada aliran music  tertentu atau genre musik yang telah mempengaruhi dia sebagai seorang Makedonia di mana ia dibesarkan yang memiliki populasi multi-etnis.

Konser di Malaysi
Mesut menggambarkan musiknya sebagai perpaduan dari Timur dan gaya Barat. Dia bernyanyi terutama bertujuan menanamkan cinta dalam hati orang-orang terhadap Allah dan Nabi Mohammad. 

Bagi Mesut,music merupakan cara hidup dan filsafat. Islam telah memiliki dampak langsung pada musiknya. Dia menggunakan Al Qur'an sebagai contoh dimana setiap huruf memiliki melodi yang berbeda dan gaya pengucapan, seperti suara alam. Dia mencerminkan kecintaannya pada "Sang Pencipta" dalam proyek musiknya.

Mesut juga seorang  multi-linguist berbakat, ia fasih dalam lima bahasa, dan ini sangat tergambar di album pertama nasyid nya: Salawat, yang menampilkan lagu-lagu yang indah dan mulus menggabungkan bahasa Arab, Turki, dan Inggris.

Lagu-lagu yang di usung seorang Mesut Kurtis sarat akan pesan kedamaian, kebahagiaan dan kemanusiaan. Ia selalu menekankan bahwa seburuk apapun suatu hal yang menimpa kita, kita harus bisa bertahan.

January 6, 2011

Ahmadinejad "Cermin Kesederhanaan Seorang Pemimpin"

Mahmoud Ahmadinejad
Saya pernah membaca buku mengenai biografi Ahmadinejad, presiden Iran keenam, dari sinilah bermula saya menaruh simpati dan sangat mengagumi beliau dan setelah melihat tayangan di metro tv mengenai kehidupan Ahmadinejad, saya semakin jatuh cinta dan benar-benar terpesona dengan sosok yang satu ini.

Ternyata masih ada orang pandai yang sederhana, seorang pemimpin hebat namun tetap rendah hati yang jauh mementingkan orang banyak dari pada dirinya pribadi. Salut untuk sang presiden.

Mahmoud Ahmadinejad merupakan putra seorang pandai besi. Seseorang yang tidak terkenal, bukan tokoh ulama, juga bukan tokoh politik di negara Iran. Ahmadinejad kecil tumbuh layaknya seorang remaja di usianya. Dikenal sebagai penggemar sepakbola dan jago bermain sepakbola. Dia juga pintar matematika. Selain itu Ahmadinejad terkenal memiliki suara yang bagus, seperti saat membaca Al-Quran maupun pidato.

Tidak ada yang menyangka seorang Mahmoud Ahmadinejad dapat terpilih menjadi Presiden Iran, karena 6 kandidat presiden lainnya adalah tokoh ulama atau tokoh politik yang memiliki sumber dana besar. Ahmadinejad terpilih karena rakyat menyukai gaya dan sifatnya yang sederhana. Saat menjabat Walikota Teheran, kemana-mana selalu menyetir sendiri, tetap tinggal di rumah susunnya, membersihkan lingkungannya sendiri, suka mengamati sendiri setiap sudut kota dan lain-lain.

Mahmud Ahmadinejad memulai jabatan kepresidenannya pada 3 Agustus 2005. Ia pernah menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005. Waktu ia terpilih sebagai presiden, ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang sangat loyal terhadap nilai-nilai Revolusi Islam Iran, 1979.

Lahir di daerah desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 120 kilometer arah tenggara Teheran pada pada 28 Oktober 1956. Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, berasal dari keluarga Syiah. Orang tuanya , memberi nama Mahmud Saborjihan saat dia lahir. Dia menggunakan nama tersebut hingga sebuah keputusan besar mendorong keluarganya untuk hijrah ke Teheran pada paruh kedua tahun 1950-an.

Di Teheran, ayahnya merubah namanya menjadi Mahmud Ahmadinejad sebagai isyarat religiusitas dan semangat mencari kehidupan yang lebih baik, karena Saborjihan dalam bahasa Parsi berarti pelukis karpet, pekerjaan yang jamak dilakukan di sentra karpet seperti Aradan, sedangkan Ahmadinejad berarti ras yang unggul, bijak dan paripurna.

Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.

Kesederhanaan Ahmadinejad

Jamuan negara bagi presiden Bolivia
Ahmadinejad merupakan pemimpin yang sangat sederhana. Sifatnya yang sederhana ini masih terlihat saat Ahmadinejad terpilih menjadi Presiden. Karpet-karpet merah persia mahal dikeluarkan semua dari istana, menolak mobil limosine dan tetap setia menggunakan mobil tuanya serta tetap tinggal di rumah susunnya.

Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

Di banyak kesempatan Mahmoud Ahmadinejad bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

Pernah suatu ketika ia diwawancarai TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya. ”Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?” Ia menjawab ”Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: ”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran”. Sungguh pemimpin yang sangat rendah hati.

January 3, 2011

Sami Yusuf "Islam's Biggest Rock Star"

Tahun 2010 telah berlalu, meniggalkan berjuta kenangan, kini kita telah menapaki awal tahun 2011, dimana pengharapan, cita-cita dan kesempatan terbentang di hadapan.

Kesempatan kali ini saya pergunakan untuk sharing tentang sosok yang sangat dikagumi di dunia musik islam, suaranya yang khas pasti tidak asing lagi bagi kita.

Seorang penyanyi muslim taat  yang sangat fenomenal, menginspirasi banyak orang dan selalu menyuarakan perdamaian, itulah seorang Sami Yusuf. Siapa dan seperti apa kiprah Sami menyebarkan syiar Islam lewat karyanya, berikut uraian biografinya yang saya translate dari official website resminya www.samiyusuf.com dan dari www.wikipedia.org.

Sami Yusuf adalah penyanyi , penulis lagu, pencipta lagu, produser dan seorang musisi asal Inggris. Lahir pada bulan Juli 1980 di tengah keluarga berlatar belakang musisi dari etnis Azeri di Teheran, Iran. Sejak usia 3 tahun keluarganya bermigrasi ke Inggris dan menetap di sana. 

Sami aktif menekuni musik  dalam sudut pandang Islam sejak berusia 6 tahun. Sami mempelajari beberapa instrumen alat musik dan menunjukkan keseriusannya dalam menyanyi dan menciptakan lagu di usia yang masih sangat muda. Sami adalah seorang yang taat dan teguh memegang keyakinannya. Ia sering menunjukkan jiwa seni dan musiknya sebagai makna khusus yang membawa pesan cinta, belas kasihan, kedamaian dan toleransi, untuk mendorong generasi muda agar bangga pada apapun identitas mereka.

Sami belajar musik di beberapa institusi, dengan bimbingan komposer dan musisi terkemuka, termasuk composer dari The Royal Academy of Music di London, sebuah institusi musik yang sangat terkemuka dan terkenal diseluruh dunia. Meskipun dalam studinya di Inggris berjalan sangat baik dan lancar, Sami memiliki pemahaman yang kuat tentang budaya Timur Tengah (atau Maqams) dan sudah tidak asing lagi dengan tradisi musik di Negara Timur dan Barat.

Lirik lagu yang dinyanyikan Sami bercerita tentang kecintaannya pada agama Islam dan pengajaran penuh kasih, yang bertujuan menunjukkan sebuah kebenaran dan gambaran tentang Islam di seluruh dunia. Meskipun lagu-lagunya memanjatkan nilai-nilai "tradisional" seperti rasa cinta kasih pada orang tua dan perasaan iba pada orang lain, namun video yang ditampilkan tetap modern, menarik dan kosmopolitan. Mengambil setting di jalan-jalan kota London, Istanbul, Delhi dan Kairo. Sami berusaha tidak hanya menyanyikan lagunya dalam bahasa Inggris saja, namun juga dalam bahasa Farsi, Turki, Arab, Bosnia dan Urdu. Tujuaannya adalah membuat musiknya menjadi sebuah pesan yang dapat diterima oleh generasi muda Muslim dan semua orang yang menginginkan perdamaian dunia ini.

Perjalanan Karir Sami Yusuf

Album pertama Sami bertajuk “Al-Muallim” di luncurkan pada bulan Juli 2003 lewat  label Awakening Record dan sukses besar di pasaran. Selanjutnya album kedua di lepas dipasaran pada tahun 2005 bertajuk “My Ummah”,  album ini di luncurkan dalam dua versi, yaitu versi music dan perkusi.

Pada pertengahan 2008 direncanakan untuk meluncurkan album ketiga “ Without You” namun karena masalah internal dengan pihak label, peluncurannya baru dilakukan pada Januari 2009. Terdapat perselisihan antara pihak label dan managemen Sami Yusuf mengenai album ketiga ini. Album ini beredar hanya sekitar 6 bulan dan sudah tidak tersedia lagi di pasaran.

Akibat masalah internal ini, Sami kemudian pindah label meninggalkan Awakening Record  berpaling ke ETM International Record dan menandatangani kontrak 5 album. ETM International Record berbasis di London dan memiliki cabang di Dubai.

Pada musim panas 2010, Sami Yusuf memperkenalkan album terbarunya sekaligus album pertamanya di ETM bertitel “Wherever  You Are”. Yusuf mengatakan, “setelah sekian lama dalam ketidakpastian, mencari inspirasi, bangkit dari keterpurukan, dan pengkhianatan. Saya bahagian untuk mengatakan: setelah lama tertunda, album ini akhirnya selesai dan Insyaallah segera diluncurkan. Ini adalah album resmi saya sejak lima tahun terakhir. Jujur dari lubuk hati yang paling dalam ini adalah album terbaik saya sepanjang karier saya. Kalian semua menginspirasi saya lebih dari yang anda bayangkan. Setiap single dalam album ini adalah sangat menyentuh bagi saya. Semoga Allah merahmati kita semua, terima kasih untuk kesetiaan dan dukungannya”.

Debut albumnya “Al-Muallim” terjual lebih dari lima juta copy diseluruh dunia, begitu juga dengan album keduanya “ My Ummah” laris manis di pasaran layaknya albumnya yang pertama. Konsernya berhasil meraup ratusan ribu penonton dan merupakan konser musisi islam terbesar dengan penonton terbanyak di Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Serikat. Termasuk konser yang mengejutkan dengan kehadiran 250.000 penonton di Turki pada tahun 2007.

Keberhasilan Sami Yusuf dalam menyuarakan isu-isu sosial, religius dan kemanusiaan lewat syair-syair yang dinyanyikannya telah menempatkan penyanyi ini sebagai “Islam's Biggest Rock Star”, yang dianugerahi oleh salah satu majalah terkemuka di dunia “Time” pada tahun 2006. 

Aksi Sosial & Kemanusiaan Sami Yusuf

Sami Yusuf termasuk seseorang yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Pada bulan Oktober  2007, Sami berkunjung ke Sudan dan mengunjungi salah satu panti asuhan sebagai bagian dari misi dukungannya untuk meningkatkan kesadaran anak-anak korban AIDS di wilayah ini. Yusuf menggelar doa untuk perdamaian, dan pemulihan di wilayah ini dan mmberikan sumbangan melalui badan amal muslim yang ada di Sudan.

Sebelumnya di Stadion Wembley, Sami menggelar konser amal dimana semua keuntungan yang diperoleh dari konser tersebut disumbangkan kepada Islamic Relief untuk membantu krisis d Darfur.
Selama tournya di Afrika Selatan pada Oktober  2008, Sami senantiasa menyempatkan diri  mengunjungi dan menghibur anak-anak di panti asuhan The Agape Children’s.

Pada Januari 2009, ia berkunjung ke Turki menghadiri undangan HE Emine Erdogan, istri Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, untuk menghadiri rapat umum mendukung perdamaian di Gaza. Pada Februari lalu, ia mengambil bagian dalam suatu pagelaran amal untuk membantu korban Gaza. Acara ini berlangsung di Doha, Qatar pada 31 Januari 2009 bekerjasama dengan The Al Fakhoora Campaign dan berhasil mengumpulkan uang lebih dari 100 juta US Dollar untuk rakyat Gaza. Pada 22 Agustus lalu Sami meluncurkan single amalnya berjudul “Hear You Call” untuk korban banjir di Pakistan.

December 23, 2010

Andrea Bocelli 'Sempurna dengan Keterbatasan Fisiknya'

Menjelang Natal yang tinggal menghitung hari, saya mencoba mengulas perjalanan hidup seorang penyanyi tenor tunanetra yang begitu terkenal karena suaranya yang khas. Penyanyi yang satu ini selain bernyanyi dalam aliran pop klasik dia juga banyak menyanyikan lagu-lagu opera yang selalu membuat saya merinding mendengar suaranya. 

Salah satu albumnya ‘My Christmas’ sangat cocok untuk nuansa menjelang perayaan natal. Dan dua singelnya ‘The Prayer’ dimana ia berduet dengan Cellin Dion dan  ‘Ave Maria’ e meraviglioso.  

Satu hal yang patut diacungi jempol dari seorang Bocelli, keterbatasan fisiknya tidak langsung membuatnya patah semangat untuk menjadi orang yang berguna, mengejar mimpinya dan lantas mewujudkannya. Questa è la biografia di Andrea Bocelli per tutti...

Andrea Bocelli merupakan penyanyi, penulis dan sekaligus produser music berrkebangsaan Italia. Bocelli mempunyai suara khas Italia yang keras nan lembut dan sangat digemari banyak orang dari segala penjuru dunia dan juga tampil di panggung-panggung opera. Andrea dilahirkan  di Lajatico,Toscana, 52 tahun silam (22 September 1958).

Lajatico merupakan sebuah kota yang berdekatan dengan kota Pisa dan Bocelli kecil tinggal di perkebunan zaitun dan anggur milik orangtuanya yang merupakan keluarga penganut Katolik yang taat. Sejak anak-anak ia sudah menjadi pemain organ di gereja. Bocelli kecil yang sejak lahir menderita Kongenital Glaukoma, pada umur 12 tahun mengalami kebutaan total akibat kecelakaan saat main sepak bola. Tetapi kebutaan tidak menghalanginya untuk meraih gelar doktor dalam bidang ilmu hukum dan bahkan sempat berpraktik sebagai pengacara. Dengan motivasi dari ibunya, dia meraih gelar doktor ilmu hukum di University of Pisa dengan mempelajari dokumen berhuruf Braille.

Andrea bertemu Enrica Cenzatti pada tahun 1987, dan mereka menikah pada tahun 1992. Mereka memiliki dua putra: Amos (15 tahun) dan Matteo (13 tahun). Namun mereka kemudian berpisah dan sekarang Andrea bersama Veronica Betti, tunangannya. Bocelli tercatat dalam Guinness Book of World Records, karena ia sekaligus memegang No 1, 2 dan 3 posisi di chart album Amerika klasik.

Karier Bocelli

Panggilan hati Andrea Bocelli adalah menyanyi, di samping belajar hukum dia senang menyanyi dan belajar menyanyi.Siang bekerja sebagai pengacara dan malam hari menyanyi di bar dan tekun berlatih dengan gurunya, Luciano Bettarini. Sukses Bocelli tidak lepas dari peran Luciano Pavarotti ketika pada tahun 1992, seorang musisi rock Italia, Zucchero membuat demo tape lagu Miserere dengan suara Bocelli dan mengirimkannya kepada Pavarotti, tetapi justru Pavarotti menyarankan Zucchero untuk berkolaborasi saja dengan Bocelli. Di dunia musik internasional nama Bocelli dikenal ketika berduet dengan penyanyi sopran Sarah Brightman menyanyikan lagu ‘Time to Say Goodbye’. Dan di tahun 1998 bersama Celine Dion berkolaborasi dalam lagu ‘The Prayer’. Dia juga berkoaborasi dengan Bono, Vokalis group band U2 dalam versi Inggris dalam lagu ‘L'Incontro’.

Bocelli sudah merekam tujuh album opera komplit dan berbagai album pop dan klasik, dengan penjualan 65 juta kopi di seluruh dunia.

Diskografi

Albums
  1. II mare calmo della sera (1994) NL #19/Re-release (1996) GER #40
  2. Bocelli (1995) NL #1, (1996) GER #1
  3. Viaggio Italiano (1996) GER #15/Re-release (1998) NL #8, US #153, UK #55/Re-release (2003) UK #24
  4. Romanza (1996) US #35, UK #6, NL #1
  5. Aria - The Opera Album (1997) US #59, UK #33
  6. Hymn for the World (1997)
  7. Hymn for the World 2 (1998)
  8. Sogno (1999) #4 US, #4 UK
  9. Sacred Arias (1999) #22 US, #20 UK
  10. Verdi (2000) #23 US, #2 ITA, # 17 UK
  11. Cieli di Toscana (2001) #11 US, #3 UK, #3 ITA
  12. Sentimento (2002) #12 US, #7 UK, #13 ITA
  13. Andrea (2004) US #16, UK #19, ITA #6
  14. Amore (2006) US #3, UK #4, NL #1, ITA #2
  15. The Best of Andrea Bocelli: Vivere (2007)US #9 UK #4
  16. Incanto (2008)
  17. My Christmas (2009)
  18. Carmen: Duets & Arias (2010)

Singel
  • Time To Say Goodbye (Con Te Partirò) (Sarah Brightman & Andrea Bocelli) (1996) GER #1, (1997) UK #2
  • Vivo Per Lei - Ich Lebe Für Sie (1997) GER # 45
  • Cantò Della Terra" UK #25
  • The Prayer (Celine Dion & Andrea Bocelli) (1999) UK #24
  • Ave Maria / Silent Night (1999) UK #65
  • Melodramma (2001) GER # 95
  • Dare to Live (Laura Pausini & Andrea Bocelli)(2008) ITA #17

Opera
  1. La bohème (2000)
  2. Tosca (2003)
  3. Il trovatore (2004)
  4. Werther (2005)
  5. Pagliacci (2006) US #3, UK #4

Paket CD/DVD
  • A Night in Tuscany (1997)
  • Sacred Arias (2000)
  • Tuscan Skies (2000)
  • Credo (2006)
  • Under the Desert Sky (2006)
  • Vivere Live in Tuscany (2008)
  • Incanto: The Documentary (2008)
  • My Christmas (2009)

December 3, 2010

Maher Zain, Kebangkitan Musisi Islam

 Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah…

Itulah sepenggal lirik dari lagu Thank You Allah yang dibawakan oleh Maher Zain, penyanyi nashid  asal Swedia.

Maher  Zain dilahirkan pada tahun 1981 di Libanon. Ayahnya Mustapha Maher  adalah seorang penyanyi di kota kelahirannya Tripoli (di Libanon). Keluarganya pindah ke Swedia ketika Maher berusia delapan tahun, di mana ia melanjutkan sekolahnya di sana. Maher mendapat keyboard pertama ketika dia berusia sepuluh tahun dan sudah handal dalam memainkannya. Sang ayahlah yang menjadi inspirasi bermusik seorang Maher.

Dia kemudian memasuki universitas dan mendapat gelar sarjana dalam Aeronautical Engineering. Selama masa remajanya, ia suka menghabiskan akhir malam  di sekolah dengan teman-temannya di mana mereka akan bernyanyi  rap, menulis dan bereksperimen dengan musik dalam segala hal.

Bakat musik Maher Zain telah terlihat semenjak ia masih muda dengan menjadi produser musik di Swedia. Namun menurut Maher, dunia musik yang ia geluti yang menawarkan banyak kemewahan membuat ia merasa ada yang kurang, dan bahkan ada yang salah. “Saya sangat mencintai dunia musik, namun saya tidak menyukai hal-hal yang ada di sekilingnya, seperti ada yang salah dengan hal ini.”

Setelah terlibat untuk sementara di scene musik sebagai produser musik , Maher diperkenalkan ke RedOne, seorang produser musik asal Swedia Maroko di Swedia. Maher mulai bekerja dengan RedOne dan kemudian pindah ke New York di mana ia mengambil bagian dalam produksi Kat DeLuna, Abdel Rahman Aouni dan lain-lain. Kemudian ia kembali untuk sementara ke Swedia tempat ia memulai karier religiusnya.

Pada akhirnya Maher menemukan jawaban dari keraguannya dalam bermusik setelah ia bertemu dan tergabung dalam komunitas Muslim yang ada di Stockholm. Semenjak itu Maher pun mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masjid dan Ia merasa di sinilah arti sebuah rumah baginya.

Maher merasa bersyukur akhirnya dapat menemukan cara yang tepat, dan Ia merasa sekarang gilirannya untuk membantu orang lain melalui musik untuk melakukan hal yang sama, “Jika aku punya satu hal yang mana aku ingin sampaikan  kepada orang di luar sana, bahwa sangatlah mudah  untuk melihat jalan yang benar jika kita hanya membuka mata dan melihat dengan benar,  itu yang terjadi padaku. “

Alhamdulillah, Pada bulan Januari 2009, Maher Zain mulai meluncurkan album pertamanya bertajuk “ thank You Allah” melalui awakening record. Maher telah melakukan tur ke Timur Tengah, Amerika Serikat untuk tur 5 kota dengan Islamic Relief dan  tur yang sangat sukses di Malaysia baru baru ini. Album pertamanya ‘thank you Allah’ menduduki peringkat pertama di Musik Amazon grafik dan tempat kesembilan dalam tabel R & B, dan mendapat platinum atas penjualan albumnya di Malaysia

Maher menyanyikan lagu-lagu rohani terutama Muslim dan nasyid dalam album perdananya ‘thank you Allah’ yang terdiri dari 13 lagu dan dua lagu bonus dirilis pada tanggal 1 November 2009. Dia bernyanyi dalam sejumlah bahasa, tetapi terutama dalam bahasa Inggris dan Arab. Video musiknya di YouTube telah disaksikan oleh juataan mata dari penjuru dunia.

October 27, 2010

Kahlil Gibran

Melanjutkan postingan sebelumnya, berikut sang pujangga dengan karya abadinya yang dikenang sepanjang masa.
  
KAHLIL GIBRAN

Kahlil Gibran dilahirkan pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari merupakan daerah yang kerap kali dilanda badai, gempa dan petir. Sehingga sejak kecil mata Gibran  sudah terbiasa dengan fenomena alam semacam ini dan banyak mempengaruhi tulisan tulisannya tentang alam.

Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Marianna dan Sultana, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Hari hari Gibran di bangku sekolah umum di Boston di hiasi dengan  masa akulturasi budaya sehingga bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika.

Akan tetapi, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama 3 tahun, karena selanjutnya ia kembali ke Beirut untuk belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) antara tahun 1896-1901. Selama awal masa remajanya, visinya tentang tanah kelahirannya dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekedar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan kedalam karya karyanya yang berbahasa Arab.

Gibran meninggalkan tanah airnya lagi ketika berusia 19 tahun, namun memorinya tak pernah bisa terlepas dari lebanon, negeri tempat ia dilahirkan yang telah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya untuk mengekspresikan dirinya. Hal ini yang kemudia memberikan kebebasan untuk menggabungkan dua pengalaman budaya yang berbeda untuk dijadikan satu lewat karyanya.

Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901-1902 saat usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya “Spirit Rebellious” ditulis di Boston dan diterbitkan di New York yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras terhadap orang orang korup disekitarnya., akibatnya Gibran menerima pengucilan dari gereja Maronite. Namun, justru sindiran sindiran Gibran itu dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa masa pembelajaran Gibran di Paris hancur luluh ketika ia mendapatkan kabar kematian adik bungsunya. Gibran segera kembali ke Boston, Kakaknya Peter yang menjadi tumpuan keluarga pun akhirnya meninggal, kemudian ibunya Kamilah wanita yang memuja dan dipujunya pun meninggal karena tumor ganas. Hanya adiknya Marianna yang tersisa. Kematian anggota keluarganya terjadi sekitar bulan Maret dan Juni tahun 1903.  

Ditahun tahun awal kehidupan Gibran dan adik satu satunya yang tersisa, Marianna membiayai penerbitan karya karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gown's. Berkat kerja keras adiknya Gibran meneruskan karir kesenimanan dan kesastraannya yang masih awal.

Pada 1908 Gibran kembali ke Paris dan belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Sekembalinya ke Boston Gibran mendirikan studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Dia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

Pada tahun 1911, Gibran pindah ke New York dan bekerja di apartemen  studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang didirikan untuk tempat dia menulis dan melukis.

Sebelum tahun 1912 “Broken Wings” telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang jalinan cinta seorang  Salma Karami dengan anak sahabat ayahnya. Namun akhirnya, Salma harus menikah dengan seorang uskup oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya.
Pengaruh “Broken Wings” terasa sangat besar di dunia arab karena disini untuk pertama kalinya wanita wanita arab mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang mempunyai hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang di atur dalam perkawinan. Cetakan pertama “Broken Wings” dipersembahkan untuk Mary Haskell, seorang wanita yang dekat dengan Gibran tanpa diketahui oleh banyak orang.

Sebelum tahun 1918, Gibran siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa inggeris “The Madman”, “His Parables and Poems”. Hubungan Gibran dan Haskell tergambar dalam “The Madman”.
Setelah “The Madman” buku Gibran selanjutnya dalam bahasa inggeris adalah “Twenty Drawing”, 1919. “The Forerunne”, 1920. Dan “Sang Nabi” pada tahun 1923.

Sebelum terbitnya “Sang Nabi” hubungan dekat antara Gibran dan Mary mulai tidak jelas. Mary dilamar oleh Florence Minis, seorang pengusaha kaya di Georgia, dan akhirnya mereka menikah.

Pada tahun 1920, Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum diantaranya Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca “Sang Nabi” dan akhirnya Barbara Young ikut aktif dalam studio Gibran.

Gibran menyelesaikan “ Sand and Foam” tahun 1926, dan “Jesus The Son of Man” pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannnya, “Lazarus”  pada 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan “The Earth Gods” pada 1931. Karyanya yang lain “The Wanderer”, yang selama ini ada ditangan Mary diterbitkan tanpa nama pada 1932 setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain “The Garden of The Propeth”.

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang sudah lama digerogoti penyakit namun ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Jenazah Gibran kemudian dimakamkan di Ma Sarkis sebuah biara Carmelite dimana Gibran pernah melakukan ibadah. 

Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga tulisan “Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia timur karena ia telah banyak sekali membantuku”.

Petikan puisi Gibran yang menggambarkan sosoknya pada bagian akhir tulisannya yang berjudul “ Dum'ah Wa Ibtisamah (Airmata dan Senyuman) pada judul Shaut Asy-Sya'ir (Suara sang penyair);

Aku datang untuk mengucapkan satu kata
Dan aku akan mengucapkannnya.

Jika kematian datang menjemputku sebelum aku mengatakannya
Maka masa depan akan mengucapkannya.


Sebab masa yang akan datang tak kan tinggal diam
Membiarkan berbagai rahasia yang tersimpan
Di dalam kitab keabadian.

Yang kukatakan saat ini
Dengan satu bahasa, akan diucapkan
Oleh lidah masa depan
Dengan berbagai bunyi dan bahasa.

October 26, 2010

Jalaluddin Rumi

Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al Bakri (Jalaluddin Rumi) lebih populer dengan nama Rumi. Beliau adalah seorang penyair sufi dilahirkan di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabbiul Awwal tahun 604H, atau tanggal 30 September 1207M. Ayah beliau masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad Muhammad bin Husein. Ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Rumi adalah seorang cendekiawan soleh, mistikus yang berpandangan ke depan, seorang ulama besar yang bermadzhab Hanafi dan karena karisma dan tingginya penguasaan ilmu agamanya, ia digelari Sulthanul  Ulama.

Saat Rumi berusia 3 tahun karena adanya bentrok di kerajaan maka keluarganya meninggalkan Balkh menuju Khorasan. Dari sana Rumi dibawa pindah ke Nishapur, tempat kelahiran penyair dan ahli matematika Umar Khayyam. Di tempat ini Rumi bertemu dengan Attar yang meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan menyalakan api gairah ketuhanan. Mereka juga pernah tinggal di Sinabur (Iran timur laut), lalu pindah ke Baghdad, Makkah, Malattya (Turki), Laranda (Iran tenggara), dan terakhir menetap di Konya (Turki).

Raja Konya Alauddin Kaiqubad, mengangkat ayah Rumi sebagai penasehatnya dan sebagai pimpinan sebuah perguruan agama yang didirikan di ibukota tersebut. Dikota ini pulalah ayah Rumi meninggal ketika itu Rumi berusia 24 tahun.

Selain kepada ayahnya, Rumi juga berguru kepada Burhanuddin Muhaqqiq at-Turmudzi, sahabat dan pengganti ayahnya memimpin perguruan. Rumi juga menimba ilmu di Syam (Suriah) atas saran gurunya dan beliau baru kembali ke Konya pada 634H dan ikut mengajar pada perguruan tersebut.

Rumi bukan hanya sekedar penyair, tetapi juga tokoh sufi yang sangat berpengaruh. Rumi adalah guru nomor satu dari tarekat Maulawiah-sebuah tarekat yang berpusat di Turki dan berkembang di daerah sekitarnya. Tarekat Maulawiah pernah berpengaruh besar dalam lingkungan istana Turki Utsmani dan kalangan seniman pada sekitar tahun 1648.

Ketika Rumi berusia 48 tahun beliau berjumpa dengan seorang sufi pengelana bernama Syamsuddin alias Syamsi Tabriz yang kemudian menjadi gurunya . Rumi telah menjadi sufi berkat pergaulannya dengan  Tabriz. Kesedihannya berpisah an kerinduannya untuk berjumpalagi dengan gurunya itu telah turut berperan mengembangkan emosinya, sehingga beliau menjadi penyair yang amat sulit ditandingi. Untuk mengenang dan menyanjung gurunya, Rumi menulis syair syair yang kemudian dihimpunnya yang dikenal sebagai Divan-i Syams-i Tabriz. Beliau membukukan pula wejangan dan nasehat gurunya dalam rangkaian yang berjudul Maqalat-i Syams Tabriz.

Rumi kemudian mendapat sahabat dan sumber inspirasi baru, Syekh Hisamuddin Hasan bin Muhammad. Atas motivasi sahabatnya, ia berhasil selama 15 tahun terakhir masa hidupnya menghasilkan himpunan syair yang begitu mengagumkan yang di beri nama Masnavi-i. Buku ini terdiri dari 6 jilid dan berisi 20.700 bait syair.

Dalam karyanya ini terlihat ajaran tasawuf yang begitu mendalam, yang disampaikan dalam bentuk apologi, fabel, legenda, anekdot, dan lain lain. Karyanya yang lain adalah 'Rubaiyyat (sajak empat baris dalam jumlah 1600 bait), Fiihi Maa Fiihi (dalam bentuk prosa; merupakan himpunan ceramah tentang tasawuf) dan Maktubat (himpunan surat suratnya kepada sahabat dan pengikutnya).

Bersama Syekh Hisamuddin pula Rumi mengembangkan tarekat Maulawiyah atau Jalaliyah. Di barat, tarekat ini dikenal dengan nama The Whirling Dervhises (para darwisy yang berputar putar). Nama ini muncul karena para penganut tarekat ini melakukan tarian berputar putar , yang di iringi oleh irama gendang dan suling dalam dzikir mereka.

Pada 5 jumadil Akhir 672H dalam usia 68 tahun Rumi wafat karena sakit keras yang dideritanya. Penduduk Konya begitu kehilangan sosok seorang ulama besar yang dihormati.

Berikut kutipan syair menjelang kematian beliau:

Aku mati sebagai mineral dan menjelma sebagai tumbuhan
Aku mati sebagai tumbuhan dan lahir kembali sebagai binatang
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.

Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.

Sekali lagi, aku masih harus mati sebagai manusia
Dan lahir dialam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
Aku masih harus mati lagi.

Karena kecuali Tuhan,
Tidak ada sesuatu yang kekal abadi.

Setelah kelahiranku sebagai malaikat, aku masih akan menjelma lagi
Dalam bentuk yang tak kupahami.

Ah, biarkan diriku lenyap, memasuki kekosongan, kesunyataan
Karena hanya dalam kesunyataan itu terdengar nyanyian mulia;

“Kepadanya kita semua akan kembali”

October 25, 2010

Hafez

Bernama lengkap Khojeh Syamsuddin Muhammad Hafiz Shirazi, lebih dikenal dengan nama Hafez adalah seorang sufi dan penyair parsi putra dari Bahuddin. Beliau dilahirkan antara tahun 1310-1337 di Shiraz, iran. Beliau begitu dipuja dengan keindahan syair syair sufi dan ghazal beliau. Ciri khas dari syair syair beliau adalah surealisme modern.

Tidak banyak yang diketahui mengenai kisah awal kehidupan  beliau. Berdasarkan syair syair beliau, Hafiz dimungkinkan mendapatkan pendidikan yang sempurna. Ayahanda beliau adalah seorang pedagang arang batu yang wafat ketika Hafiz masih kanak kanak.

Hafiz banyak berguru kepada Attar Shiraz, seorang cendekiawan parsi. Setelah itu kemudian beliau menjadi penyair di istana Abu Ishak selain itu beliau juga menjabat sebagai guru di sekolah pengajian Quran. Pada umur 30an tahun tentara Muzaffarid menawan gurunya Shiraz dan menyingkirkan Hafiz dari jabatannya sebagai penyair istana.

Pada masa pemerintahan  Shah Shuja al Din Muzaffar, Hafiz kembali dingkat sebagai penyair dan guru  alquran namun kemudian beliau terpaksa melarikan diri karena fitnah dari pesain pesaing beliau. Hafiz melarikan diri dari Shiraz ke Isfahan dan Yazd.

Saat beliau berusia 52 tahun sekalilagi Hafiz mendapatkan jawatan di istana dan kali ini karen beliau dijemput oleh Shah Shuja, namun akhirnya Shah Shuja kalah dan terbunuh dalam peperangan melawan Tamerlane. Di usia tua beliau ia harus bertemu dengan Tamerlane untuk mempertahankan syair syairnya yang di tuduh sebagai syirik.

Beliau wafat pada umur 69 tahun dan dimakamkan di Shiraz, makam beliau di Shiraz tidak pernah sepi dari pelayat dari mancanegara sekedar untuk mengenang dan mendoakan beliau sorang sufi dengan syair syair yang begitu mendalam.



Untuk kisah hidup Jalaluddin Rumi dan Kahlil  Gibran akan saya bahas pada postingan berikutnya.

Umar Khayyam

Beberapa nama nama penyair berikut adalah sang pencerah yang memberikan begitu banyak pengajaran, ilham dan inspirasi bagi saya untuk mengenal Tuhan lebih dalam, mengkaji dan menelaah arti hidup dan kehidupan, diantara mereka adalah sufi yang begitu terkenal dengan karya karya agungnya yang terus bergema sepanjang zaman...

Anda mungkin mengetahui beberapa dari mereka melalui syair syair indahnya namun tidak begitu mengenal sosok beliau.. Berikut ini saya akan menguraikan kisah hidup/biografi dari mereka:

1. Umar khayyam
2. Hafez
3. Jalaluddin Rumi
4. Kahlil Gibran...

Kisah hidup beliau beliau saya himpun dari berbagai sumber baik dari buku buku yang saya baca maupun dari file file internet dari para bloger, and I would say thank you so much for them...


UMAR KHAYYAM

Dikenal sebagai seorang penyair unggul parsi dan ahli astronomi, selain itu beliau juga dikenal sebagai ahli matematika islam yang telah memperkenalkan sebuah persamaan parsial antara aljabar dengan geometri.

Bernama lengkap Umar Ibn Ibrahim al-Khayyami. Beliau dilahirkan di Nisyapur, semenanjung Khurasan pada 433H/1040M dan wafat pada 517H/1124M.

Sejak kecil beliau sudah memperoleh pendidikan yang baik dari orang tuanya yang termasuk keluarga berada. Salah seorang gurunya adalah Imam Muwaffak, seorang guru yg sangat terkenal di Nisyapur kala itu.
Kebijaksanaannya dan kepandaiannya menarik perhatian Sultan Alik Syah dan menawarkan kepada beliau menjadi pejabat di istana. Namun Umar Khayyam tidak berminat, beliau lebih tertarik pada dunia keilmuan, sastra dan sains. Di sebuah observatori astronomi beliau mengembangkan ilmunya, kemudian beliau diangkat menjadi ketua peneliti astronomi di perguruan tinggi Nizamiah, Baghdad, Iraq.

Pera ilmuwan yang dipimpin oleh beliau melakukan modifikasi terhadap perhitungan kalender islam. Perubahan ini didasarkan pada pemikiran dan kenyataan bahwa manusia hanya mengenal tahun syamsiyah (yang mempunyai 365 hari) dan tahun qamariah (354 hari).

Pada dasarnya apa yang beliau lakukan mirip dengan revisi yang dilakukan oleh Paus Gregory XIII pada 1528M terhadap kalender Kristian atau kalender Julian (Julianus Caesar) yang telah dipakai sejak 46M. Hasik kerja dari tim yang beliau pimpim ternyata jauh lebih baik berbanding yang dilakukan oleh Paus Gregory XIII.

Sejak 1079M, Umar khayyam pertama kali menerbitkan hasil penelitiannya berupa gambar raja astronomy yang dikenal sebagai Zij Malik Syah. Begitu juga karyanya dalam bidang matematika mengenai aljabar dan sebuah buku penelitian tentang buku The Difficullies of Euclid's Definitions (kesulitan definisi fuclides). Semua karyanya ini masih tersimpan rapi sampai saat ini.

Karyanya tentang Al Jabr (Aljabar) telah diterjemahkan dan disunting oleh F.Woepeke kedalam bahasa inggris. Ini merupakan sumbangan terbesar bagi negerinya serta bagi pengkajian ilmu matematika pada umumnya.

Beliaulah orang pertama yang secara ilmiah mengklasifikasikan persamaan persamaan tingkat satu ( persamaan linear) serta memikirkan kemungkinan dan mengutamakan masalah persamaan pangkat tiga (kubik) yang berpangkal pada persamaan umum. Berbeda dengan Al Khawarizmi yang lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada persamaan kuadrat.

Umar Khayyam turut menghasilkan Jawami al Hisab yang mengandung rujukan awal mengenai segitiga pascal dan menguji balik postulat V Euclides yang berkaitan dengan tori garis sejajar.

Dalam satu risalahnya beliau menguraikan tentang kesulitan definisi euclides yang menggambarkan segi empat ABCD dengan sisi AB dan CD yang sama dengan sisi lainnya. Umar Khayyam dan al Thusi juga menyadari bahwa ada kemungkinan jumlah sudut sebuah segitiga kurang dari 180 derajat.

Banyak orang yang lebih mengenal Umar Khayyam lewat syair syairnya. Karya syair Umar Khayyam disusun dalam satu kumpulan rubaiyyat atau quatrain (syair empat baris). Kebanyakan karyanya menyingkap kerendahan hati dan sifatnya kepada ALLAH s.w.t. Bahkan, hasil karya beliau telah diterjemahkan ke dalam bahasa inggris oleh Fitz Gerald pada 1859M.

Pada 1893, E.H. Whinfiel pernah menerjemahkan sebuah buku edisi Umar Khayyam, 500 Quatrains, A Scholarly Work. Kemudian pada 1902, Bjerregard telah menerbitkan buku sufi Interpretations of Omar Khayyam and Fitz Gerald.