Translate

April 9, 2015

Episode Kista Endometriosis & Laparoskopi (2)


Fight for Endometriosis Cyst  

Inilah serangkaian perjuanganku melawan kista endometriosis ini. Segala cara… herbal dan medis… segala pantangan kulakukan dengan harapan kista ini perlahan menyusut pergi tanpa operasi. Dan hari ini tepat sebulan yang lalu saya menjalani laparoskopi ke-2 karena si ENDO manis ini... Tak terasa.. dan sekarang saya sudah kembali beraktivitas normal seperti biasa... Thank you Allah :)

Konsul pertamaku di Dr. dr. Nusratuddin Abdullah SPOG (K) FER

dr. Nusra, 2 dari kiri yang berkumis
Sabtu pagi di rumah sakit awal bros Makassar, 27 desember 2014.. sengaja datang lebih awal dengan harapan bisa dapat antrian cepat… alhasil dapat antrian nomor 8 di poli 19. Resah menunggu sudah jam 11 siang sang dokter tak jua datang ternyata ada operasi di RSWS jadi beliau terlambat.. jam 12.00 dr. Nusra datang, tak lama giliranku diperiksa. Dokternya baek.. mirip orang india. Yang kusuka dari dr. Nusra, beliau to the point.. apa adanya tidak kasi janji manis juga tidak bikin kita drop. Penjelasannya masuk akal tanpa rayu rayu. 

Saya dikasi rujukan ke dr. Radiologi untuk USG whole Abdomen… Dokternya ustadz dengan janggut panjang. Cara USGnya lembut, di putar balik, miring kanan kiri dan selesai. Sekitar 15 menit kemudian hasil keluar. Dengan hati yang sudah dag dig dug tak menentu saya membawa hasil USG ke dr. Nusra jam sudah menunjukkan 02.15 PM. Dan hasilnya kista yang bertengger manis ini adalah kista coklat dan ukurannya… OMG… biggest than before.. 8.5 x 6.5 x 7.6… Amazing… No medicines for treatment bermodal rujukan ke poly Obgyn RSWS dr. Nusra anjurkan operasi secepatnya sebelum terjadi torsi lagi. 

Sepanjang jalan pulang dari Awal Bros ke Rumah pikiranku sudah kacau tak karuan… Ya Allah tak adakah jalan lain selain operasi… tak bisa kubayangkan perutku di belek dan diubek ubek… apalagi kista sebesar bola tennis ini ada kemungkinan merusak indung telurku yang kiri.. indung telur yang seharusnya menjadi cikal bakal keturunanku kelak… menangis sendiri dalam taxi.

Akhirnya kuputuskan pulang ke site mencoba berobat herbal seperti anjuran keluarga dan teman teman yang katanya bisa sembuh.. kista menghilang tanpa operasi.

My second Opinion di RS. Siloam Makassar

Hasil googling dari mbah google saya pelajari pola hidup sehat penderita kista.. mulai deh konsern… dan baru mengerti kesehatan itu teramat berharga dan baru kita sadari saat sakit.. no more makanan dari turunan kedelai…fast food.. apalagi yang pake micin.. minum herbal ramuan daun sirsak dan kunyit putih 2 x sehari kujalani dengan sabar dan kadang muntah muntah dengan harapan kista ini menyusut pelan pelan.

hasil usg kistaku.. yg bertengger manis di ovarium kiriku bertahun tahun

Tanggal 5 januari 2015 saya memutuskan mencari second opinion ke RS Siloam Makassar. Niatnya ke dr. Eddy Hartono SPOG (K) apa daya beliau tidak poli waktu itu jadi saya ke dr. Lenny Khosal. Dokternya cantik, imut imut… looking smart.. giliran masuk saya mulai di usg lagi. Waktu itu saya haid hari ke-3. Begitu stik usg diletakkan diatas simpisis.. si kista duduk manis di ovarium kiri ukuran kurang lebih sama 8.1 x 6.4.. cerita panjang lebar akhirnya di coba cek darah dan urine.

2 hari kemudian hasil tes darah keluar.. hasil tumor marker tinggi … Ca 125 nilainya 132.5 u/l.. panic bin takut.. CA Ovarium kah dok? Pulang tambah stress melihat hasil lab yang tidak karuan.. lupakan operasi saya focus herbal dan banyak banyak berdoa, tobat, dan mulai mengikhlaskan segalanya kepada sang pemilik hidup. Bila ini ujian untukku naik kelas semoga bisa hamba ikhlas menjalaninya dengan kesyukuran padamu ya Allah. Atau bila ini jalan penggugur dosa dosaku sabarkan hatiku menerimanya dan tegarkan hamba melalui segala prosesnya.. Aamiin

Dengan segenap sisa sisa kekuatan saya bulatkan tekad untuk menjalani prosesnya apapun hasilnya karena semua telah digariskan olehnya kemudian saya putuskan menjalani operasi selengkapnya dealing with endometriosis cyst part 3

1 comment: