Translate

February 25, 2013

Tanpa Judul


Yang terindah belum tentu yang terbaik
Yang sempurna tak selalu menjanjikan kebahagian
Menerima kekurangan dan berusaha menjadikannya kelebihan
Itulah kesempurnaan yang sebenarnya…

Saya bingung memberikan judul untuk postingan ini… Setelah bergelut dengan galau dan suasana hati yang tak menentu selama bebrapa hari ini, menangis, merenung, menagis lagi. Menyalahkan dunia dan orang2 disekitar ku yang kurasa bertanggung jawab pada akhirnya aku meluluh setelah terpuruk dan terhempas hingga ke titik nol.

Adalah kamu, yang mampu meluluhkan kerasnya hatiku yang sudah membatu. Kamu yang mampu membuatku menyadari dan merakan terhantam jatuh plek dan kemudian tersadar dari amnesia ku selama ini..

Humm… ternyata masih ada orang baik yang hidup di dunia ini (bukan berarti yg lain tidak baik) yang mau berbagi dan mau menjadi pendengar, lalu ,memberikan saran, inputan dan pelan pelan membawa saya ke realita akan hidup ini, terimakasih kamu adalah orang hebat yang pernah aku kenal walaupun kau tidak sempurna.

Pada akhirnya setelah perenungan panjang, lewat sujud di sepertiga malam saya  tersadar terhentak dari tidur panjang yang membutakan bahwa pada intinya akulah yang salah yang selama ini tidak pernah bersahabat dengan hati saya sendiri, tidak pernah menyelami ke dalam diri saya pribadi bahwa diatas langi masih ada langit dan semua sudah diatur olehNYA… Semua yang terjadi atas kehendakNYA walaupun itu lewat perantara manusia.

Ya Allah, ampunkan hamba yang begitu angkuh menatap mataharimu, selalu beranggapan bahwa aku bisa bahkan tanpa meraka aku tidak akan apa apa.
Ya Rahman, maafkan hamba yang ternyata mengaku ikhlas tapi ujung ujungnya ikhlas pun tak dapat kusentuh.
Ya Rahim, terima taubatku ya Allah… Sirami hatiku dengan kelemutan kasihmu, bimbing hamba dalam usaha hamba mengubah diri..

Bukankah Batu yang keras pun dapat melunak bila senantiasa mendapat tetesan air hujan…
Engkaulah pemilik hati ini dan hanya padaMU hamba berpasrah & berserah diri…

January 6, 2013

Cinta Tak Bersyarat (Dari Kisah Habibie & Ainun)


HIKMAH 2# 

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya. Dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar benar dapat memutuskan kebahagian dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecendrunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dariNYA dan kembali padaNYA, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku. Selamat jalan, calon bidadari surgaku...

B.J. Habibie untuk Ainun


Itulah petikan isi hati pak  Habibie untuk Bu Ainun sang isteri tercinta, deret kata itu yang membuat dadaku sesak, mataku begitu berat menahan genangan air yang mulai berkumpul disudutnya, dan ah tak kuasa lagi ku bendung lirih menetes dipipiku (hikks, romantis dan cengengku kambuh lagi

Uhhh... betapa indanya cinta begini. Andai semua wanita seberuntung ibu ainun yang dicintai Habibie tanpa syarat, pasti tak ada lagi galau-galauan di muka bumi ini.. Tapi koq, aku masih berpikir mustahil ada cinta yang seperti itu, cinta tanpa tuntutan.

Coba perhatikan disekitar kita, disekeliling kita, atau mungkin kita sendiri yang mengalami; dulu saling mencintai lalu saling menyakiti, pacaran lalu putus, menikah eh kemudian bercerai padahal katanya cinta mati. Karena apa?? Karena kita tidak siap, hati kita atau mereka tidak siap untuk sebuah kata KETIDAK SEMPURNAAN, selalu harus bersyarat, musti ada tuntutan.

Mungkin butuk kajian mendalam untuk memahami, kesadaran yang penuh untuk mengerti bahwa cinta makhluk Allah yaitu manusia tak ada yang kekal, tak ada yang abadi (eh, judul laguna NOAH.. my favorite band). Pasti ada waktunya, ada umurnya, ada masanya dan bila saat itu tiba pasti akan berakhir karena memang hanya Allah yang maha Kekal Abadi.


HIKMAH:

  • Jika Allah menitipkan cinta dihati kita, jangan pernah bersedih ketika cinta itu pergi karena dia tidak kekal, bila tahu seperti itu lalu mengapa menangis?
  •  Cinta tanpa syarat, cinta yang sempurna hanya milik Dia yang Maha Cinta. Cintailah Allah karena cinta sungguh tak bersyarat.  


January 5, 2013

Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang (tak lagi) Sepi


 Hikmah 1#

Matahari bersinar di awal tahun yang baru. Kusibak tirai jendela, mataku sedikit memicing di terpa terang cahayanya. Dalam hati saya berbisik, dear myself its time, hari ini kita mulai semuanya kembali dii titik nol kita jalani kehidupan ini kembali SEPERTI SEHARUSNYA....

Huhmm, hari yang baru, hari yang cerah untuk hati, bagi jiwa yang akhirnya bangkit berdiri dari tidur panjang  “keGALAUan” karena patah hati.

Sekian lama sakit hati ini saya pendam, kusimpan dan kubiarkan mengakar dalam beku hatiku membiarkannya mengiris ngiris jiwaku dengan kenangan kenangannya, merelakannya menghempaskan aku ke dalam jurang kepedihan paling dalam... How stupid I am!!! :(

Hingga Allah memperkenalkan aku pada seseorang yang tidak biasa, seseorang yang aneh, yang berbeda menurutku. Dia yang sok tahu (luar biasa PD + sotta orang makassar bilang). Dia begitu enteng menjalani hidup, penuh ceria dan tawa, namun siapa sangka kisah hidupnya jauh lebih rumit, lebih menguras air mata daripada saya yang baru ditinggal sang mantan sudah terjerumus dalam dunia galau, tersesat dan terhempas  begitu lama (huh, korean movie mode on lage) :)

Dari dia saya belajar satu hal; Bahwa cara paling mudah mengobati patah hati, luka hati dan koloni koloninya adalah dengan meninggalkan luka itu sendiri. Tutup semua ruang, pintu, jendela dan akses yang mengingatkannya kubur dalam dalam kalo perlu beton diatasnya :)

Saya seperti tertampar, tersadar dengan telak dari GALAU yang menguras hati. Betapa sia sianya waktuku selama ini terus mengeja dan membaca masa lalu yang jelas jelas tak akan mampu mengubah masa depan saya. Beta berharganya air mata ini untuk ku tumpahkan kepada orang yang tidak baik.

Sungguh banyak hikmah disetip kejadian, percaya Allah punya sejuta cara untuk memisahkan jika memang tidak jodoh karena Allah tak rela ada yang menyakiti kita.

Irhamna ya Allah.. La Takhaf Wa La Tahzan, innallaha ma’ana... Jangan takut, jangan bersedih Allah bersama kita... 

Dan Pagi ini terasa berbeda, terasa ceria. Pagi yang cerah untuk jiwaku yang tak lagi sepi karena Allah selalu bersamaku, dekat denganku bahkan lebih dekat dari urat nadiku. Terimakasih Ya Allah, di titik nol aku tersadar betapa hanya Engkau setinggi tingginya cinta yang sangat pantas untuk dicintai...

HIKMAH:
  •  It’s useless for GALAU
  •  Melepas sesuatu itu sangat sulit tapi pasti bisa, La Takhaf Wa La Tahzan, innallaha ma’ana... Jangan takut, jangan bersedih Allah bersama kita.
  • Jodoh ditangan Allah, jika tak berjodoh dengan si Dia Allah punya sejuta cara untuk memisahkan kita. Ingat perempuan yang baik untuk laki laki yang baik begitu sebaliknya seperti yang termaktub dalam KitabNYA.. Jodoh kita adalah cerminan pribadi kita.