Translate

April 6, 2015

Episode Kista Endometriosis & Laparoskopi (1)


 2014  dan Vonis Kista Ovarium


Sebenarnya semua berawal di penghujung desember 2013 tepatnya suatu pagi tanggal 13 desember.. pertama kali saya mendapatkan sakit perut yang luar biasa hebatnya… tak bisa ditentukan tepatnya dimana yang jelas sakitnya diseluruh perut… seluruh bagian perut seperti di taro dalam genggaman lalu di remas sampe remuk… naujubillah sakitnya… segala jenis obat sakit perut sampe obat maag sudah ditelan malah sakitnya tambah tidak karuan saja.

Saking kuatnya sakit ini rasanya bernapaspun susah… badan kaku.. ubah posisi apalagi serasa perut ini dirobek robek tidak karuan… muntah dua kali putih berbusa… karena tidak tahan akhirnya di larikan ke UGD Rumah Sakit terdekat dari kantor.. But… sebelum di bawa dengan ambulance ke RS sempat pake obat penghilang nyeri Pronalges yang jenis suppositoria… pada taukan jenis obat ini ga diminum tapi masuknya itu tuh lewah sesuatu… my as*h**d… oh My God.

Sampe di RS sakitnya mulai berkurang mungkin karena efek pronalges.. Observasi 2 jam.. seperti biasa dokter jaga anamneses sesingkat singkatnya… akhirnya rasa sakit di perutku benar benar hilang sebelum sempat di infus… dan… sakit selesai buat apa pasang infus apalagi sampe nginap di RS… lebih baik kembali ke kantor menyelesaikan pekerjaan yang segunung… ah mungkin Cuma kolik biasa… entah salah makan apa saya…




Cerita kolik perut yang saya alami ternyata tidak berenti seiring bergantinya tahun… kala itu akhir februari 2014 saya mengikuti IMS meeting di kantor pusat di Makassar… memang waktu itu saya kurang fit akibat cuaca yang tidak menentu alhasil si manis influenza menyerang saya jadilah duduk manis di ruang meeting yang suhu ruangan biasa saja terasa seperti hidup di kutub utara… dingiiiiiinnnnnnn.. Sore pulang kantor saya niatkan untuk ke dokter sepertinya flu ini serasa akan membunuhku… Akhirnya saya memutuskan ke RS Siloam Makasar di Tanjung Bunga sekalian berwisata pantai dan manjain lidah di seputaran sana..

Sampe di Siloam tidak begitu lama ngantri dapat giliran konsul dengan dokter yang really beautiful.. smart dan yang pasti baeekkk banget… yup… dr. Haerany Rasyid, Sp.PD… Lepas konsul sekitar jam 09.00 malam berwisata kulineran dengan menu sea food favoritku… ikan parape… 

Sekitar jam 11.00 malam setalah nongki nongki di anjungan Pantai Losari saya balik ke hotel di kawasan Panakukang Makassar.. balum sempat berganti pakaian… perut mulai ngasi kode… jangan jangan gara gara seafood yang maknyus pedas gila inie… setelah dari toilet sakit makin bertambah lama lama hanya bisa guling guling tak karuan dikamar… telepon receptionist minta menghubunbgi ambulance RS terdekat… Mungkin karena panic roomboy datang bersama security dan receptionist hotel… Mau diangkat saya kesakitan akhirnya di gendong deh sama Bapak Security… Maaf yaa pak merepotkan.. 

Diantar ke RS grestelina menggunakan mobil hotel saat itu jam menunjukkan 12. 15 AM.. Sampe di UGD sudah guling guling dan gemetaran saking sakitnya… tapi kali ini tidak pake muntah… susternya sigap langsung pasang infus dan obat anti nyeri disuntikkan lewat selang infus… sekitar 30 menit kemudian sakit berkurang… akhirnya observasi nunggu sampe infus habis baru pulang… dokter jaga kasih pengantar ke dokter penyakit dalam.. Dasar bandel dan sok sehat… infus di lepas cabut dari RS menjelang subuh.. Paginya melenggang masuk kantor tidak sempat ke dokter untuk konsultasi lagi.. masalah selesai?? Tentu tidak…

April 5, 2015

LIFE UPDATE


I'm so sorry I disappeared for so long... It's unjustifiable, I know.. Sepanjang 2014 tak sekalipun sempat saya berkunjung di kebun ini… Tahun paling berat, penuh perjuangan untuk menyakinkan diriku sendiri… mengembalikan semangatku setelah direbut oleh sesuatu bernama ENDOMETRIOMA… Yah, sebuah kista yang bergantung manis di ovarium kiriku yang baru ku ketahui setahun yang lalu.

Si kista manis ini memang tidak menggorogoti tubuhku dengan sakit sepanjang waktu.. Aku masih seperti manusia normal lainnya… bekerja seperti biasa… Namun secara psikis dia berhasil menaklukkan saya… merebut semua impian… harapan… dan bahagiaku.

Mungkin bagi kebanyakan wanita memiliki kista itu wajar saja karena memang hamper semua makhluk bernama wanita pasti punya kista… Namun bagaimana bila kista ini tergolong kista yang patologis… yang secara jangka panjang berdampak sangat tidak baik dari segi psikis… ini sangat menyakitkan..

Kisah perjalananku berjuang melawan si KISTA sampai di titik terberatku akan menyusul saya posting… and now… I am a different women… I live my life with ENDO… mau tidak mau… suka tidak suka saya harus bisa berdamai dengan Endometriosis ini..

Soo dear….  I am back… and I am really fine… it’s just endometriosis… Untuk semua wanita yang bernasib sama seperti saya.. kita tidak sendiri… 

Whatever doesn't kill us make us stronger, someone once said. While endometriosis may not kill our physical body, it tries like hell to kill our spirit. It tries to kill every hope and dream we ever had of doing the things that make me happy.

All of us are out here searching for a cure to put an end to the disease...and we are holding our heads high in spite of endometriosis and fighting it every single day.

August 12, 2013

Kuselip Doa Untukmu..


Lama menghilang dan menjauh dari lading ini.. ada kerinduan, besar keinginan berkunjung menumpahkan segala kelu kesah gundah gelisah hati.. Ramadhan benar benar ku sempatkan menabung amal, merangkai doa dan mengumpulkan ibadah.. dan kini selepas dia pergi, saya kembali ke rutinitas yang melelahkan dan pasti didalamnya akan terselip jua kerinduan padamu.. Humm… kenapa begitu sulit sekecap saja kamu menghilang dari ingatanku??

Di ladang ini segala bibit gundah, bibit hikmah dan kejadian akan ku tebarkan semoga bisa tumbuh bersemi dan kusemai bahagia nan indah pada waktunya..


Semua orang, entah kamu, entah saya, entah siapa pasti pernah mendapat bingkisan doa.. yang diselipkan ke penjuru langit secara diam-diam..tanpa pernah sedikitpun kamu sadari, tanpa pernah sebaitpun kamu ketahui lariknya, sekalipun kamu merasakan getarannya, sekalipun hatimu mendengar dentingnya, betapapun langkahmu tergerak karenanya.. tapi kamu tak pernah tahu, siapa yang mengirimkannya..

Larik-larik doa yang sengaja dikirimkan, dan sengaja pula disembunyikan.. dari siapa, untuk siapa, dengan sebab apa, dan bagaimana isinya.. kamu tidak perlu bertindak heboh ingin tahu jawabannya.
Tetap tenang,  slow down saja.. Sebab doa tidak pernah salah alamat, terhantar dengan selamat dan selalu tepat, selalu.. Meski seringnya, rasa khawatir selalu lebih dulu mempermainkan.. membisikkan prasangka yang bukan-bukan.. dan pada akhirnya, hati yang pernah tangguh kembali gentar..

Untuk kuselipkan selarik doa, di setiap sujudku, disetiap hariku, di setiap pujaku kepadaNya.. Ada namamu selalu kurangkai, kuceritakan kepadaNya..