Translate

March 15, 2012

Nyanyian Malam

Malam berlalu dengan keheningan
Menyimpan mimpi di balik pakaian kesunyian
Sedangkan bulan purnama berlari kecil
Sebab ia memiliki mata-mata
Yang mengintp perjalanan hari-hari.

Kemarilah wahai puteri ladang
Mari kita mengunjungi anggur para pencinta
Mungkin kita bisa memadamkan bara rindu
Dengan perasaan anggur-anggur itu.

Dengarkanlah suara burung bulbul
Yang menuangkan lagu-lagu
Ditengah lading, diatas anak bukit
Meniupkan desau angin ke atas cakrawala.

Jangan takut wahai gadisku
Sebab bintang-bintang akan menyimpan
Kabar berita tentang kita
Dan kabut malam akan menutupi rahasia.

January 29, 2012

Saat Kalimat Tak Lagi Bermakna...


Beberapa pesan paling bermakna  yang dikirimkan seseorang kepada orang lain, seringkali hanya dituangkan dalam beberapa kata, dua atau tiga kata. Saat kalimat tak lagi bermakna, kata-kata tersebut bisa menjadi kekuatan baru yang akan mempermanis hubungan, baik dengan teman, kekasih, rekan kerja ataupun keluarga.



Kata-kata ini akan mampu memadamkan api yang membara, menghangatkan suasana dan menunjukkan pada orang lain betapa kita peduli pada mereka.

Aku Selalu Bersamamu
Mendampingi seorang teman yang tengah membutuhkan kehadiran kita, akan menjadi hal terindah yang bisa kita berikan. Saat kita bersedia mendampingi orang lain sama halnya kita telah menghadirkan suatu perasaan nyaman padanya atau bahkan pada diri kita sendiri.

Hal ini akan mempererat hubungan persahabatan atau juga hubungan asmara. Kita akan disegarkan kembali secara fisik maupun emosional. Mungkin bagi sebagian orang, kata “Aku selalu bersamamu” tak banyak berarti, namun bagi sebagian lainnya kata itu bermakna sangat besar.

Aku Merindukanmu
Akan banyak pernikahan bisa terselamatkan dan kian kokoh jalinannya jika saja banyak pasangan bersedia meluangkan beberapa menit untuk sekedar mengatakan ‘Aku merindukanmu’ pada pasanganya. Kata-kata ini menunjukkan kepada pasangan bahwa kita mencintainya, merindukannya, menginginkannya dan selalu mengingatnya.

January 13, 2012

Musik dan Suara Alam

 ## dari Khalil Gibran - an Nabda Fii Fan Al Musica ##

Saat manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa, ia di anugrahi alunan nada music untukdigunakan sebagai bahasa yang istimewa. Bahasa itulah yang menceritakan rahasia-rahasia yang tersimpan rapi dalam hati manusia. Aluna nada music menjadi dialog antara isi hatinya manusia. Musik bagaikan cinta yang mempengaruhi perjalanan hidup manusia.


Alunan nada itulah yang disenandungkan oleh bangsa Barbar di gurun-gurun  tandus, sehingga menggetarkan perasaan para raja di istana. Ia adalah komposisi kesedihan, penderitaan, serta ratapan kematian. IA juga mampu menjadi rintihan pujian yang mencabik-cabik kebekuan hati.

Alunan nada music adalah kumpulan perasaan baghagia yang bertaburan dimana-mana, lalu menjadi sebuah senandung yang menghibur sedihnya penderitaan. Musik adalah khutbah matahari saat ia menghidupkan bunga-bunga di taman, dengan sinarnya yang penuh kehangatan.


Musik bagaikan benderang cahaya lampu yang mengusir pasukan kegelapan jiwa, lalu menghadirkan terang di hati, sehingga mampu menampakkan isinya di sudut terdalam. BAgiku, alunan nada adalah bayangan jati diri. Ia adalah khayalan – khayalan indrawi yang sejati.

Musik mampu menjadikan jiwa kita seperti cermin yang tegak lurus berhadapan dengan berbagai peristiwa alam. Sedangkan para pemusik adalah orang-orang yang bertugas memantulkan gambaran yang kita bayangkandan kita khayalkan. Musik mampu membuat jiwa kita menjadi bunga halus dalam sentuhan angin takdir.

Tetesan-tetesan embun fajar membuat jiwa-jiwa bergetar. Hembsan angin pagi membuat kepala tertunduk, terlelap dalam damai. Kicau burung membangunkan insane dari tidur lelapnya. Ketika ia menyimak dan merasakan kicauan itu, ia lalu melontarkan pujian kepada Yang Maha Abadi, yang telah mwnciptakan kicauan burung yang merdu. Ia juga memujinya karena telah menciptakan perasaan yang sangat halus untuknya.