Translate

April 28, 2011

Perbedaan Kutub di Bumi


Anda mungkin sudah tahu bahwa penguin hanya ditemukan di Kutub Selatan. Jangan harap bertemu burung yang kelihatan imut-imut ini di kutub utara. Meski serupa, sama-sama daratan di ujung planet Bumi yang didominasi es, kutub utara dan kutub selatan menyimpan banyak perbedaan. Penguin hanya salah satu contoh perbedaan saja.


Wilayah es Arktik di kutub utara pada dasarnya merupakan lautan beku yang dikelilingi daratan yang sering disebut lingkaran Arktik (Arctic Circle). Sebaliknya, Antartika di kutub selatan adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut es yang dikelilingi lautan.

Benua Antartika mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia. Jika dicairkan, seluruh es Antartika cukup untuk memenuhi tiga perempat kebutuhan air minum di seluruh dunia.

Benua Antartika


Benua Antartika jauh lebih dingin daripada Arktik sehingga bahkan terdapat lapisan es di sana yang tidak pernah meleleh sepanjang sejarah. Temperatur rata-ratanya -49 derajat Celcius. Suhu terdingin pernah tercatat pada 21 Juli 1983 sebesar -89,6 derajat Celcius di Stasiun Vostok, dekat kutub geomagnetik selatan. Sementara Arktik memiliki temperatur rata-rata lebih tinggi sekitar -34 derajat Celcius.

Karena suhu yang lebih hangat ini, terbentuknya lubang ozon di atas  kutub utara tidak separah kutub selatan. Sebab, suhu yang lebih hangat menyebabkan pembentukan awan stratosfer yang merusak lapisan ozon lebih sedikit. Meski demikian, lapisan stratosfer di atas kutub utara mengalami pendinginan dari tahun ke tahun sehingga lubang ozon semakin besar. Mungkin tak akan sebasar lubang ozon di Antartika yang mencapai luas benua Eropa.


Daratan es yang didominasi lapisan es tipis di Arktik lebih mudah retak saat musim panas tiba. Bahkan, laporan terakhir menyebutkan, ratakan es telah melanda seluruh bagian Arktik saat tiba musim panas. Di Antartika retakan lapisan es melanda wilayah-wilayah tepian saja namun sekali lepas, pulau es yang mengapung bisa berlayar dari Antartika sampai ke Selandia Baru.

April 25, 2011

Awas Ancaman Brainwash!!!

Mungkin masih jelas dalam ingatan kita kasus yang menimpa seorang pegawai negeri sipil di Jakarta yang menghilang dan beberapa hari kemudian ditemukan di sebuah mesjid di bogor dalam keadaan linglung dan tidak tahu identitasnya.

Atau juga maraknya aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh orang-orang yang dikenal baik dalam lingkungannya. Mengapa mereka mau melakukannya? Mengorbankan nyawa sia-sia untuk sesuatu yang sia-sia pula? Tidakkah ada dalang di balik semua peristiwa tersebut?

Hanya orang-orang yang telah dicuci otaknya yang bisa melakukan hal-hal di luar nalar kewajaran kita. Rela berkerban harta benda bahkan nyawa untuk kepentingan sekelompok orang.

Ancaman Brainwash
Dari Wikipedia dijelaskan bahwa brainwash adalah serangkaian proses yang sistematik yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok, dengan metode yang barangkali tidak etis atau manipulatif, untuk merayu  pihak lain supaya berjuang mewujudkan  keinginan tertentu walaupun harus dengan cara yang menghancurkan pihak yang di-brainwash itu. 

Dalam  proses brainwash, aktivitas yang terjadi antara lain: mengontrol pikiran, mencuci otak, mengkonstruksi ulang pemahaman seseorang, merayu seseorang dengan agak memaksa, menginstall pikiran seseorang dengan  ideologi, fakta atau data, dan penjelasan yang sangat intens.  

Meski awalnya teknik  ini dipakai di dunia militer atau politik dalam mempertahankan  regime, tapi pada perjalanannya, wilayah aplikasinya meluas. 

Banyak temuan yang berhasil mengungkap bahwa di balik aksi kekerasan yang selama ini mengancam  kita, misalnya aksi bom bunuh diri dan lain-lain, terdapat keberhasilan proses brainwash yang dilakukan seseorang kepada pihak lain.

 Keberhasilan brainwash memang sifatnya tidak instant. Ada upaya sistematik dalam memformulasi cerita atau pemahaman baru dari sebuah kenyataan yang disuguhkan kepada orang dengan ciri-ciri internal (profil psikologis) tertentu sehinga sangat match antara  pemicu eksternal dan penentu  internal. 

Dilihat dari karakteristik eksternal yang umum, negara kita termasuk tempat yang tidak sulit-sulit amat untuk melakukan aksi brainwash kepada pemuda untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang banyak. Dari mulai bom bunuh diri, kerusuhan massal, sampai demo anarkis memprotes suatu hasil atau keputusan.

 Karakteristik eksternal itu misalnya wajah ketidakadilan sosial, penindasan, kesenjangan ekonomi, taraf pendidikan rata-rata penduduk, rendahnya kepercayaan pada pemerintah, wilayah gerak yang sangat luas, perbedaan agama, suku, ras, dan lain-lain. Ini belum lagi ditambah dengan semakin sungkannya pemerintah kita dengan isu HAM dan demokrasi. 

 Ini semua perlu dijadikan catatan bagi pemuda, orangtua, dan pemerintah. Pemuda perlu mewaspadai berbagai perangkap brainwash. Orangtua juga perlu memonitor kiprah anaknya di luar. Demikian juga pemeritah yang perlu terus   mengurangi alasan-alasan kenapa bangsa ini mudah di-brainwash untuk menyerang tanah airnya sendiri
  
Mengenali Tabiat Brainwasher
Selain pertanda di muka, aktivitas brainwash juga bisa dikenali dari tabiat dan gelagat orang-orangnya. Yang pertama-tama dilakukan para brainwasher adalah merubuhkan  konstruksi jatidiri, pemahaman, dan hubungan sosial korbannya, seperti rumah tua yang dirobohkan untuk rencana pembangunan gedung baru.

Tentu ada banyak cara bagaimana proses rekonstruksi itu dilaksanakan. Misalnya antara lain dengan mengeksploitasi berbagai kelemahan, kesalahan, kebodohan, dan ketidakberdayaan korban atau hal-hal negatif lainnya. 

Misalnya saya ingin mem-brainwash orang dari alasan agama, maka yang akan saya lakukan adalah membuktikan betapa banyaknya dosa orang itu, betapa sesatnya dia, dan seterusnya. 

Dengan asumsi bahwa orang itu sudah sering menangis di depan saya, meminta hidayah dari saya, atau pendeknya sudah powerlessfull, maka saya mulai melakukan penawaran, seperti ahli bangunan yang menawarkan rancangan konstruksinya ke calon klien.

April 21, 2011

Operasi FESS Untuk Sinusitis

FESS adalah singkatan dari Functional Endoskopic Sinus Surgery, atau  Bedah Endoskopi Sinus Fungsional, adalah bedah sinus  yang dilakukan dengan penggunaan alat endoskopi dengan tujuan melakukan eradikasi penyakit, memperbaiki pengudaraan (aerasi) dan  drainase sinus dengan prinsip mempertahan fungsi sinus secara fisiologis.


Penggunaan endoskopi  tujuannya adalah untuk mendapatkan pandangan yang jelas dan akurat organ  sinus paranasal sehingga ahli THT-KL akan dapat bekerja lebih akurat, jelas dan dapat  mengangkat kelainan sinus saja tanpa merusak jarungan yang sehat dan masih  perlu dipertahankan secara fungsional. 

Operasi FESS ini dapat dimasukkan dalam kategori operasi Minimal Invasif, yaitu operasi yang seminimal mungkin merusak jaringan sehat  untuk eradikasi penyakitnya dan mempertahankan fungsi organ yang dioperasi semaksimal mungkin.

Keuntungan yang didapat bagi pasien adalah  waktu rawat yang lebih singkat, bahkan hanya perlu rawat sehari saja, perdarahan yang terjadi sangat minimal, rasa nyeri juga lebih ringan,  dan pasien  masih dapat melakukan aktivitas  rutin yang ringan  tanpa  terganggu.


Indikasi FESS
FESS paling banyak untuk penanggulangan Sinusitis Menahun (Rinosinustis Kronik) yang sebelumnya telah mendapatkan pengobatan konservatif selama 2- 3 bulan, kecuali sinusitis yang mengalami komplakasi perlu pertimbangan lain untuk melakukan FESS lebih awal.

Pengobatan sinusitis secara konservatif adalah antibiotika yang tepat , kortikosteroid oral atau topikal, cuci hidung dengan air garam fisiologis, antialergi, dan atau fisioterapi. 

Diagnosis sinusitis harus ditegakkan dengan pemeriksaan penunjang endoskopi dan CT  Scan. Foto Rontgen  sinus ikhtisar  kurang dianjurkan untuk penunjang diagnosis sinusitis. Sinusitis dapat disertai dengan adanya  polip hidung (Nasal polyp).

Perlu diperhatikan sinusitis pada anak  harus lebih hati-hati untuk pertimbangan operasi FESS, sebaiknya pengobatan konservatif  lebih dutamakan kecuali adanya komplikasi pada sinutis kroniknya.

FESS dapat  untuk penanggulangan tumor hidung baik jinak atau ganas. Secara endoskopi dapat  untuk operasi koreksi sekat hidung yang bengkok (septum deviasi), operasi memperkecil turbin hidung (konka hipertrofi) pengangkatan adenoid dan sebagainya.


Kontra Indikasi FESS
FESS  tidak dianjurkan pada pasien dengan penyakit kelainan darah (lekemia,anemi dsb) sehingga dikhawatirkan  akan menimbulkan perdarahan yang  yang sulit diatasi. Pasien yang mengkonsumsi obat-obat anti-koagulasi (golongan salisilat) sebaiknya sudah menghentikan konsumsi obat tsb  6-8 hari sebelum operasi. 

Pasien dengan penyakit sistemik kronik sebaiknya sangat dipertimbangkan untuk dengan hati-hati untuk dilakukan FESS.
FESS tidak dianjurkan pada sinusitis akut, kecuali terjadi komplikasi sinusitis berat dan setelah pengobatan koservatif yang adekwat.